Showing posts with label Teenlit: A Life. Show all posts
Showing posts with label Teenlit: A Life. Show all posts

Monday, March 28, 2011

matahari mengeluarkan cahayanya
yang paling indah di sore hari
saat menjelang malam
saat bulan bersiap naik ke tahta dan menguasai langit
cahaya orange,merah dan keemasan
disambut indahnya langit biru yang terpantul dari laut dan samudera
supaya esok
langit tetap ingat pada mataharinya yang mempesona
aku pun akan memberikan yang terbaik
yang bisa ku berikan padamu
agar kau terus ingat padaku
pada esok , setiap hari yang kulalui
dan aku berharap seperti langit
kau bisa menyambut pesonaku

meskipun itu yang terakhir ...

"Dan aku akan melanjutkan hidup tanpa pernah melupakanmu".

Siapakah Aku???

Kegelapan menatap lembut hari-hariku
Kehampaan menyapa hidupku dengan hangat
Kekosongan mengisi setiap lembar dalam hariku
Siapakah aku dalam kepasrahan ini?
Berjalan ku lepas dengan tetesan air mata
Bebas, tanpa arah, ku memberontak
Siapakah aku dalam keputusasaan ini?
Aku yang kehilangan separuh jiwaku
Kucari, kutemukan, namun ku lepas
Kediamanku membodohi dalam ketidakpercayaan
Demi sesaat, kulepas mereka yang abadi
Siapakah aku dalam kebisuan ini?
Tuhan..
Saat ku yang tanpa arti
Kembali ku bersujud memohon
tetap kusyukuri yang ada
Tapi kuberharap kehendakMu adanya kehendakku
Menopangku kembali seperti kehampaan ini datang
Dan ku kan menjawab yang berarti
Kali kedua ku bertanya
Siapakah aku?

Setiap detik dalam hidupku


Setiap detik dalam hidupku diwarnai pengkhianatan...
Terlalu kejam tuk jadi kenyataan..
Terlalu buruk tuk jadi mimpi buruk..
Dan tangis pun tak sanggup menggambarkan apapun...
Lagu-lagu mengalunkan nada empati
Seolah tahu perasaan apa ini...
Seandainya semudah itu menerima kenyataan...
Seandainya ia tak merampas seluruh nafasku...
Seandainya ia menyisakan sedikit untukku...
Agar setidaknya ku bisa berdiri lagi
Benar kiasan menyayat hati
Teriris tipis dan tertusuk tombak dalam-dalam...
Bilamana darah tak terhenti...
Mengucur dari irisan nadiku
Seperti itulah sakit yang abadi...
Nafasku direngutnya...
Nyawaku dicurinya...
Ia mengambil semuanya..
Setiap detik dalam hidupku... 

Untuk Sahabat



Untuk Sahabat...
Lupakah aku mengucap kata maaf?
atau sekedar "terima kasih"
Untuk yang berarti dalam hidupku
Walau tak cukup banyak cerita untuk dikisahkan
Tapi terlalu banyak permohonan tuk didoakan
dan mimpi-mimpi tuk diwujudkan
Walau terbentang segala yang merintangi
Kau dan aku, kita tetap satu
Untuk sahabat..
Bila wujudku tak lagi nyata
Dan nafasku tak lagi bersamamu
Bila jasadku yang utuh telah melebur
Dan ragaku telah hancur
Bila waktuku terbatas sampai detik ini
Dan ruangku tak sama denganmu
Ingatlah aku sahabat
Kau dan aku, kita tetap satu
Karena dengan itu
Kan kau lanjutkan hidupmu 
Powered By Blogger
cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here