Showing posts with label cerbung. Show all posts
Showing posts with label cerbung. Show all posts

Tuesday, November 22, 2011

17 Hari bersama Amanda (Part 3)


“Ada apa ini ribut-ribut? Sampai-sampai kedengaran ke ruang guru! Kalian tuh gak malu ya sama Kepala Sekolah, bisa-bisa kalian dikeluarkan dari sekolah! Kamu juga, dasar Anak-anak Bandel, bisanya gangguin adek kelas aja. Kalian semua dipanggil keruangan Ibu! Kamu berdua juga, Fardy, Amanda!”
“Iya, Buuuu!”

"Nah, bisa coba kamu jelaskan Fardy, apa yang sebenarnya terjadi tadi? Ibu mohon kamu jawab dengan jujur tidak usah takut dengan mereka, sudah biasa mereka seperti itu!"
"Begini Bu, tadi saya dan Amanda pengin masuk ke kelas, nah tiba-tiba kakak-kakak ini menganggu Amanda, sampai kacamatanya dilempar ke gentang sampai pecah. Nah, begitu Bu!"
"KETERLAAALUUAAAN KALIAN! POKOKNYA IBU PANGGIL ORANG TUA KALIAN SEMUA! DAN KALIAN GANTI KACAMATA AMANDA! SUDAH KELAS IX MASIH SAJA BIKIN ULAH! BISA-BISA KALIAN TIDAK LULUUS KALAU BEGINI TERUS! PERINGATAN UNTUK SEKALI INI, SEKALI LAGI KALIAN MENGANGGU KETERTIBAN SEKOLAH, KALIAN IBU KELUARKAN DARI SEKOLAH INI, ATAS IZIN DARI KEPALA SEKOLAH!"
"Iyaa Buuu!" jawab anak-anak dari Geng Nakal sambil tertunduk karena takut.
"Yasudah masuklah kekelas masing-masing! Amanda, kalau ada apa-apa bilang ke Ibu saja, ibu siap membantu kau!"
       Mereka pun kembali masuk ke kelasnya masing-masing. Sepertinya Geng Nakal takut tuh dengan bentakkan Bu Titin tadi.
"Yang sabar ya Amanda, mereka emang kayak gitu! Tapi gue yakin kok mereka gak akan begitu lagi! Tenang aja, kan ada gue. Gue sayang sama lo! (sambil mengelus kepala Amanda " kata Fardy

Entah kenapa ada sedikit getaran yang berbeda yang dirasakkan Amanda sewaktu Fardy mengelus kepalanya. Mungkinkah ia juga menyayangi Fardy?

"Apa? Lo bilang apa? Lo sayang sama gue? Gak salah denger tuh gue?"
"Gak kok lo gak salah denger. Lo mau gak jadi pacar gue? Jadi Cewek gue? Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo, Amanda!"

Jantung Amanda kembali berdegup sewaktu Fardy mengucapkan kata-kata itu kepadanya.
Nembak nih ceritanya?

"Karena kita udah lumayan deket, gue terima deh, Far! Awas ya kalo lo macem-macem gue gatak lho, hahaha!
"Gaklah!"
       Semenjak hari itulah, Amanda dan Fardy berpacaran. Mereka selalu bersama, dan tak ada yang berubah seperti dulu, sebelum mereka berpacaran. Mereka tetap seperti dulu.

Sampai pada suatu hari....

       Sudah berminggu-minggu Amanda ia tidak masuk sekolah. Ia tidak masuk karena sakit. Namun teman-temannya dan pacarnya Fardy pun belum mengetahui Amanda sakit apa.
 Sepulang sekolah, Fardy menelepon kenomor Ibu Amanda.
"Halo?"
"Ya, dengan siapa?"
"Ini Fardy, Tante! Amanda kenapa tidak masuk sekolah terus? Dia sakit apa?"
"Kamu harus tegar mendengar pernyataan ini, Fardy. Amanda sekarang sedang di Rumah Sakit. Ia mengidap Leukemia. Tante juga kaget mendengar hal ini. Tante harap kamu kuat mendengarnya, mungkin umur Amanda sudah tidak lama lagi" (sambil menangis)
"Leukemia? Kanker Darah. Ya, tante saya langsung ke rumah sakit, dimana rumah sakitnya?"
"Rumah Sakit Tebet, Kamar Mawar, No 119"
"Ok, tante saya segera kesana!"
"Iya Tante tunggu!"

      Fardy pun segera kerumah sakit tersebut. Tak beberapa lama kemudian, Fardy sampai disana. Ia segera menuju kekamar Amanda dirawat.
      Disitu terlihat Perempuan 13 tahun sedang terbaring lemah. Ia masih tertidur. Iya, itu Amanda, yang sedang terbaring lemah karena Leukemianya, penyakit yang mematikan.
"Tante, gimana Amandanya?"
"Saat ini ia belum bangun, Far. Tante khawatir ada apa-apa dengan dia!"
"Yang sabar Tante, mungkin ini cobaan dari Allah!"
"Iya Makasih Fardy. Kamu pulang aja, tante gak mau ngerepottin kamu! Nanti kalau ada kabar, tante kirim lewat BBM aja, ya!"
"Ok, Tante!"
        Fardy pun pulang. Cemas, ia cemas memikirkan keadaan Amanda, cewek yang sangat ia cintai sedang mengidap penyakit yang parah.
        Berhari-hari tak ada kabar tentang Amanda. Sampai, pada suatu hari, Fardy mendengar kabar bahwa Amanda telah meninggal dunia. Mendengar itu ia sangatlah sedih. Ia tak tau harus berkata apa lagi, ia masih ingin melihat dan mungkin memeluknya. Seandainya saja Amanda masih hidup. Ia hanya mengenal Amanda selama kurang lebih 17 hari, yaitu 17 hari bersama Amanda
       Suatu hari, Fardy mengunjungi makam Amanda. Ia memberikan bunga-bunga pada pusaranya. Dan ia juga menuliskan ungkapan pada nisan itu.

Semoga kau tenang disana, Amanda. Disini aku akan terus mendo’akanmu. Mungkin bila aku meninggal nanti, aku akan menyusulmu dan melihatmu lagi diakhirat. Selamat jalan Amanda, jangan lupakan kenangan tentang kita berdua
- Fardy Alamsyah Muhammad

Tamat

17 Hari bersama Amanda (Part 2)

       Amanda dan Fardy pun pergi ke kantin bareng, waduh jadinya kemana-mana bareng nih, haha. Kantin disekolahnya memang cukup enak bila dijadikan tempat untuk bersantai. Kebetulan kantinnya juga luas dan banyak juga makanan yang dijual di kantin itu.
      Setelah 20 menit kemudian, istirahat akhirnya selesai juga. Bel kembali berbunyi seperti tadi, tapi sekarang waktunya kembali ke kelas masing-masing.
 Tiba-tiba....
"Eh Fardyyy! Eh Amandaaaa!" (kata seseorang dari sekelompok Geng Nakal yang mengambil kacatama Amanda) .
"Eh, lo apa-apaan lo! Balikin gak tuh kacamata temen gue! Jangan mentang-mentang lo kakak kelas, ya! Gue gak mau tau balikin!"
"Hahahaha, cieee Fardy ! Sok banget sih lo ngebelain Amanda yang Cupu ini, hahaha susah sih, lo kan bokinnya Amanda kan? Hahaha susah emang Amanda punya pacar pengawal, sih!"
"Maksud lo apa? Emang kenapa kalo gue ngebelain dia? Dia kan teman gue, bukan pacar. Hanya sekedar teman, bukan pacar!"
"Hahaha kasian deh! (sambil melempar kacamata itu ke genteng). Ambil tuh kacamatanya Amanda, haha mampus!"
"Yah, kacamata gue pecah!" (sambil nangis)
"Eh, lo kurangajar ya! Ganti tuh kacamata temen gue! Matanya minus tau! Nanti kalo dia kenapa-napa lo semua yang nanggung! Atau perlu gue laporin ke BK aja deh biar enak!"
"Lo jangan blagu deh! Baru jadi adek kelas gue aje udah begaya! Jangan ikut campur!"

Tiba-tiba...

Guru BK yang bernama Bu Titin, datang. Kebetulan ia sedang lewat dan ingin mengajar dikelas Amanda. Bu Titin yang melihat kejadian itu, langsung menyelesaikannya.

bersambung... 

Sunday, November 20, 2011

17 Hari bersama Amanda (Part 1)


Karya: Cindy Yusniarti Yandini

“Amandaaaa!”
Terdengar suara seorang cowok memanggil Amanda. Cowok itu bernama Fardy. Fardy adalah teman baru Amanda, cewek pindahan dari Bandung itu. Baru dua hari ia disini. Amanda pindah karena orang tuanya bertugas di Jakarta, sebuah kota Metropolitan yang ia tempati sekarang ini. Rumahnya bersebelahan dengan Fardy dan mereka juga bersekolah di tempat yang sama.
"Iya Fardy ini gue! Sabar dikit kenapa?" 
"Ya, abisnya lo lelet amat sih! Dandan kagak, tapi lama amat!"
"Biasalah, gue kan keboo! Jadi agak kesiangan bangun gitu!"
"Hahaha dasar! Berubah dikit dong lo, gak bosen jomblo melulu?"
"Yee, lo ngejek gue aja bisanya! Emang lo punya Cewek?"
"Gimana ya? Mungkin lo haha gaklah! Gue gak punya Cewek, emang kenapa?"
"Yee itu mah sama aja, ya udahlah kita sama-sama Jomblo!"
"Tossan dulu, biar asik!"
"Yoo siplah"
"Eh, da, udah ah jangan kebanyakkan ngobrol, bentar lagi masuk sekolah, nih (sambil melihat jam tangan)
"Lo yang ngajak ngobrol, gimana sih?"
"Yaudah deh!"
       Fardy dan Amanda pun berangkat sekolah bareng. Mereka berdua naik Bus. Ya beginilah hari-hari Amanda sekarang, bersama Fardy, teman akrabnya.
      Tak terasa akhirnya mereka berdua sampai juga disekolah mereka. Untung saja mereka tidak terlambat. Mungkin, 2 menit lagi gerbang sudah ditutup. Mereka pun segera memasuki kelas mereka. Karena Amanda baru hari ini bersekolah disitu, ia disuruh Pak Sardi memperkenalkan diri. 
"Perkenalkan, Nama saya Amanda Janita Perdana. Saya berasal dari SMP Bandung Nasional."
"Ya, Amanda kamu diperbolehkan duduk, karena Fardy duduk sendiri, kamu boleh duduk disampingnya!"
"Baik, Pak!" jawab Amanda.
       Amanda pun segera duduk disamping Fardy. 
"Ya sial banget deh gue duduk sama lo, beehh lo lagi...lo lagi..kenapa sih harus selalu ada lo?"omel Fardy.
"Hmm...gimana, ya? Gue juga bingung. Mungkin Takdir!"
"Huh...tau deh-_-!"
        Pelajaran pun dimulai. Pelajaran pertama adalah pelajaran IPA, yang diajarkan oleh Pak Sardi. Amanda memerhatikan pelajaran dengan mata mengantuk. Maklum, ia begadang nonton bola. 

Tampak Fardy menyenggol lengan Amanda sambil berbisik, "Woy, jangan tidur!"  
"Iyaa nih. Beeh, padahal ngantuk banget!"
Tanpa disadari, Amanda malah tertidur dibahu Fardy. Untung saja Pak Sardi tidak melihat. Anak-anak yang ada dikelas itu memerhatikkan sambil tertawa kecil dan cengengesan. Ya ampun!
"Eh, lo jangan tidur, malah tidur dibahu gue lagi! Gak enak diliat temen-temen!"
"Maaf deh, abis gue ngantuk banget!"
"Makanya jangan kebanyakkan begadang! Lo sendiri kan yang ngerasain akibatnya!"
"Yadeh!"
"Yee dibilangin malah gitu-_-!"
"Hahaha!"
       Lanjut kepelajaran lain. Tak terasa sebentar lagi istirahat. Kurang lebih 5 menit lagi. 

Tinggg...tenggg...ting...tanggg...tongggg....tongggg! 
Akhirnya bel berbunyi juga.
Semua anak pun berhamburan keluar kelas. Sudah sangat lapar karena capek berfikir. Begitulah, istirahat adalah hal yang paling ditunggu-tunggu jika disekolah.

bersambung...

Sunday, February 6, 2011

Seperti Bintang series 10

       Aku menulis puisi, ya, selain punya hobi membaca, aku juga hobi menulis, dari membacalah aku mendapat inspirasi untuk menulis, tapi bukan jiplak, lho, cuma inspirasi saja!
       Kira-kira sudah dua halaman kulalap untuk nulis, ya, kebetulan ada inspirasi, jadinya nulis, deh!Aku pengin banget jadi penulis novel, dan kalau bisa kalau novelku diterbitin, semoga aja bisa jadi film layar lebar, ya!
      Udah malam juga sekarang aja udah pukul 19.30, wah sebentar lagi waktunya tidur, nih!!!Aku merebahkan diri di atas tempat tidur dan akhirnya terlelap dengan nyenyak.
     Sinar mentari pagi masuk lewat celah-celah jendela, terbangunlah aku dari tidurku.Hari ini aku sungguh
penasaran, apakah aku dan Tina akan memenangkan lomba Cerpen itu?Sudahlah, santai saja, kita lihat saja nantiii.Menang atau kalah itu biasa, jadi santai aja.
       Aku bersiap-siap  untuk berangkat sekolah, tentunya bareng Tina lah!"Hmm...jadi penasaran, nih sama hasil drama sama cerpen, moga-moga menang, deh!"Tina berharap."Ya, aku juga berharap begitu, InsyaAllah menang!"
      Kami segera ke mading, karena pengumumannya ada di Mading.Tak disangka-sangka, ternyata sahabatku LOLOS!!!Wah, aku jadi ikut senang, nih!!!
     "Hmm, gak nyangka juga kelompokku bisa LOLOS, Rin, thanks atas do'amu selama ini, kamu memang sahabat terbaikku!"Tina berkata dengan mata yang berbinar-binar."Ya, sama-sama juga, kawan!"jawabku.
     Pulang sekolah ini, aku dan Tina mau beli majalah BFF dekat sekolahan, harganya hanya rp.10.000, cukuplah karena berli majalahnya kan patungan.
     Karena kami sudah diperbolehkan pulang, aku dan Tina segera ke agen majalah, jaraknya dekat, kok.Aku dan Tina langsung ke sana."Bang, majalah BFFnya ada, gak?"kata kami serempak."Ada, dek, nih majalahnya harganya rp.10.000, terimakasih!"kata penjual majalah itu. "Oke, bang nih uangnya, maksih, ya!"balas kami tetap serempak.
      "Ayo, Tin kita buka rubrik cerpennya!"ajakku gak sabaran."Ya, iya sabar dong Neng!"tina bercanda."Eh, Rin, cerpen kita diterbitkan nih!"Tina semanggat."Hah, yang bener?"aku tidak percaya."Benerlah, kalau gak percaya nih liat, cerpen For You Friend oleh Ririn dan Tina!"tina menunjuk cerpen itu."Wah, benar, wah gak sia-sia dong!"aku berkata senang.

       Sahabat yang baik akan selalu ada buat kita, sahabat sejati takkan pernah menjelek-jelekkan kita, sahabat adalah teman berbagi, teman dikala kita sedih dan susah, sahabat sejati takkan pernah menjauhi kita, Teruslah kita bersinar seperti bintang dilangit, bernyanyilah di bawah sinar bintang bersama sahabat-sahabatmu, karena ku percaya, persahabatan akan terjalin indah karena kita dan sahabat kita saling mengerti kita, teruslah kita menggapai impian kita bersama sahabat, karena ku yakin, kita pasti bisa, kita bisa karena kita berusaha, bila kita atau sahabat kita sedang kesusahan, kita harus selalu tolong menlong.                                     
                                                                        
Salam Persahabatan untuk kita semua,

Cindy
Dari: Cindy Yusniarti yandini, yang nulis cerita seperti bintang series ini       
Sampai Jumpa, semoga kalian pada suka karya-karya gw :) :) :)                       
Thanks bagi yang udah baca :) :) :)

                                                           
                                                                   TAMAT


Seperti Bintang series 9

       Siang telah berganti senja, aku sudah sampai rumahku, begitu juga Tina.Senja yang sangat indah, pikirku.Aku masih termenung di senja ini, termenung apa aja.
      Gak terasa, deh dua hari lagi pengumumannya tinggal dilihat dimajalah BFF aja.Kalo pengumuman pensi yang nyanyi udah, tinggal yang drama sama nari aja, kayaknya besok diumuminnya kalo pensi drama dan nari.Aku do'akan semoga Tina LOLOS juga ke babak selanjutntya, yaitu Pensi beneran.
      Langit oranye segera berganti dengan langit malam, matahari mau tidur dulu, nanti pagi baru bangun lagi, matahari kan capek kalo melek terus, jadi matahari juga tidur kayak kita juga lah.
     Capek juga sudah berkeliling beli buku.Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku yang empuk, aku hanya merenung dan merenung, berharap ada keajaiban datang (aduh gilee ngayalnya tinggi-tinggi amat), ya, gak pa-palah.
      Aku menulis blog, aduhhh...mau nulis apa, ya?Oh, akhirnya ada juga ide yang datang untuk menulis.Ya, yang penting ada idelah, daripada ngejiplak mendingan nulis karya sendiri, kan?
      Setelah menulis, aku memutuskan untuk tidur, karena badan udah pegal-pegal dan udah ngantuk berat, ahh...bobo dulu, ahh.Aku tertidur dengan sangat pulas.
       Hari telah pagi, matahari sudah bangun dari tidurnya, begitu juga aku.Tak terasa, ingin sekali menemani Tina, pengumumannya kalau gak hari ini, besok kayaknya.
       Setelah mandi, aku pun berangkat sekolah bareng Tina."Jadi penasarannya, nih, LOLOS ap gak, semoga aja LOLOS ya!"harap Tina.
"Ya, pasti akan ku do'akan selalu untuk kamu, friend!"
"Ya, moga-moga aja!"
      Hari ini kelas VI ujian, jadi selain anak kelas VI diliburkan, tapi eitss tunggu dulu, yang pensi kan harus tetap masuk, jadi aku ke sekolah untuk menemani Tina aja, kata guru-guru boleh, asal gak nganggu aja gituuu.
     Tina dan aku masuk ke aula.Baru ada beberapa anak yang datang, yang lainny masih belum datang, atau pada lupa, mungkin saja, kan?
     Bu Devi memanggil Tina.Untung saja Nona, Mona, Pona dan Tona sudah datang, jadi latihan sudah bisa dimulai.
     Latihan Drama berjalan dengan lancar, semua kelompok Tina hafal dialognya, jadi kemungkinan besar bisa LOLOS, tapi maybe.
     Kelompok drama Tina sudah selesai latihannya, jadi Tina sudah diperbolehkan pulang, asyiikk sekolah akhirnya lbur juga, dech.
     Kami pun segera pulang, diperjalanan pulang, Tina berkata," Semoga aja Sukses, deh, Good Luck Forever deh!"
    Tinggal menunggu waktu aja, besok juga diumumin, kok.Ya, semoga aja menang, Good Luck Forever.Sesampainya dirumah, aku langsung main games online.Aku memilih permainan Rumah aja, tapi yang menghias ruangan, karena gambar permainannya bagus, aku print aja.
     Udah lama main gamenya, jadi aku mematikan komputer.Hari sudah sore, aku mau mandi dulu.Setelah mandi, aku nulis puisi di diary lamaku.Aku pun mulai menulis....

tinggal selangkah lagi, cerita ini akan segera selesai...tunggu saja!!!

Saturday, February 5, 2011

Seperti Bintang series 8

      Ya, memang itu gunanya sahabat, semua orang mengakui, memiliki sahabat itu akan membuat hidup kita lebih indah dan lebih berwarna, pastinya.Sahabat juga merupakan bagian hidup kita, kawan!
       Kulihat diluar jendela, hujan masih mengenangi kota Jakarta, malah semakin deras saja.Aku berharap, semoga saja tidak banjir.Hari ini memang kurang cerah, langit-langit di langit mendung, awan-awan berwarna abu-abu, tetapi karena ada sahabat, hati ini tetap cerah dan bersinar.
       Hari sudah malam,  tapi karena besok hari minggu, aku menghabiskan waktu dengan membaca buku cerita.Aku memang hobi sekali membaca buku, karena keluargaku memang hobi membaca buku, jadi bisa dibilang keturunanlah...
       Lagi asyik-asyiknya membaca buku, tiba...tiba...
"Rin...rin...ada telepon tuh dari Tina!" teriak ibuku
"Ya...tunggu sebentar,Bu...
" Ya, ini aku keluar kok".
"Ya, sudah cepetan sana."
Aku pun segera mengangkat telepon itu.
"Ya, ada apa, Tin?"
"Hmm..ada kabar baik, nih...kamu LOLOS Pensi ke babak selanjutnya!"
"Ha, yang bener?Wah, bagus, dong kalau begitu!"
"Iya, aku juga tidak menyangka, ternyata tadi aku ke sekolah sebentar, tapi gerbangnya dibuka, ya, aku kesana, di mading ada pengumumannya, kok, liat aja!"kata Tina bersemanggat.
"Udah dulu, ya, ini sudah malam, sampai besok, bye..bye!"
"Bye-bye juga."
     Karena ngantuk, aku pun segera tidur.Kupejamkan mata dan aku bermimpi....Bermimpi bermain film bersama Tina.Film itu diangkat dari novel yang dibuat oleh penulis terkenal, tapi aku lupa nama penulisnya siapa.Dimimpiku, film itu mirip dengan persahabatan aku dan Tina.
      Hari telah pagi, aku segera berangkat dari tempat tidurku.Aku baru sadar, tadi malam aku bermimpi bermain film bersama Tina, aku berharap mimpi itu akan menjadi kenyataan, ahh...semoga saja terwujud dengan semestinya.
"Hallo Ririn!"sapa Tina sambil memasukki kamarku.
"Hallo juga Tin, eh, aku belom mandi, nih, jadi gak enak!!!"
"Aku juga maaf udah ngerepotin udah ngebangunin kamu, aku cuma pengen tau kabar kamu aja, kok!"Tina tersenyum.
"Yah, kabarku baiklah,  gak pa-pa lagi kamu ke rumahku, kan kamu my best friend ku selalu, Tin."
"Ya, kamu juga my best friend ku selalu, forever untuk kamu!!!"
"Sama-sama."
"Eh, Rin, kita jalan-jalan, yuk!"ajak Tina
"Emm..boleh, tapi aku mandi dulu, ya, tunggu sebentar!"
      Aku pun segera ke kamar mandi untuk mandi.15 menit kemudian pun aku sudah selesai.Aku pun segera berangkat bersama Tina.
"Ya, ayuk aku udah selesai, nih, ngomong-ngomong, kita mau pergi ke mana?"aku bertanya.
"Eh, kita pergi ke Gramedi aja, siapa tau ada diskon buku, gitu, gramedia kan jaraknya juga deket dari sini!Mau gak?"
"Mau deh!"
"Ya udah, lets go friend!Tina bersemanggat.
      Kurang lebih dua puluh menit dari rumahku, kami sudah sampai di Gramedia dekat rumah.Di gramedia kayaknya lagi rame, mungkin lagi ada diskon gede-gedean kaliii, pikirku.
     Ternyata benar, pas masuk ke Gramedianya, buku-buku cerita ada yang diskon juga!Aku mau beli, ahh.
"Tin, kamu mau beli bukunya gak?"aku bertanya."Kayaknya sih beli, eh itu ada teenlit, kita beli yuk, kebetulan, diskonnya sampai 75%, kan jarang-jarang ada diskon gede-gedean macam ini!"promosinya Tina...ha...ha."Setelah melihat-lihat buku-bukunya, akhirnya ada kurang lebih 5 buku yang kubeli, Tina juga sama, sepertinya sih.
        Setelah lama di Gramedia, kami memutuskan untuk makan, ya iyalah namanya juga tadi belum makan....pastinya KERONCONGAN!!!
        Segera kami ke Solaria.Aku mau memesan Mie Ayam dan minummanya Jus Alpukat, Tina mau memesan Nasi Goreng dan minummanya Teh Botol Sosro aja.Pelayan pun datang."Baik, dek, mau pesan apa?"tanya mas itu ramah."Saya ingin memesan Mie Ayam dan Jus Alpukat."Nah, kalo adek yang satu ini mau pesan apa?"tanya mas itu lagi."Saya mau pesan Nasi Goreng dan minummanya Teh botol aja, deh, mas!"
Ya, dik, ini jumlahnya!"kata Mas itu memperlihatkan nota itu."Ya, ini uangnya mas, trims!"
        Kurang lebih lima belas menit, makanan yang kami pesan akhirnya diantar juga.Karena lapar bangget, kami makan dengan super lahap.
      Karena capek milih-milih buku dan sudah kenyang, aku dan Tina pun pulang.Kami memilih naik bus jurusan Kebayoran Lama, karena memang disanalah kami tinggal.

tunggu kelanjutan cerita ini di series selanjutnya!!!
      

Friday, February 4, 2011

Seperti Bintang series 7

      Aku berharap, aku lolos pensi, aku juga berharap Tina juga akan lolos juga.Apa yang dikatakan sama Bu Devi benar juga kok.Karena perintah Bu Devi, aku dan Tina pun segera pulang ke rumah.
     Setelah sampai di rumah, aku pun memutuskan untuk ke rumah Tina, karena bosan juga dirumah.Aku pun segera ke rumah Tina.
     Setelah jalan kurang lebih 2 meter, aku sudah sampai rumahnya.Aku segera mengetuk pintu dan memberi salam.
"Assalamualaikum...permisi."
"Ya, ada apa, Rin?tanya Tina penasaran.
"Gak ada apa-apa kok, aku cuma mau ke rumahmu aja!"kataku menjelaskan.
"Oh, ya sudah, mari masuk!"perintah Tina ramah seramah Bu Dewi.
     Aku pun segera masuk ke rumahnya."Ya, sudah Rin, kita ke kamarku saja, yuk!"ajak Tina.Di kamarnya, aku dan Tina membuka album foto tanda persahabatan kami.Di album foto itu, ada foto aku dan Tina dari dulu kami bersahabat sampai sekarang.Bagiku, persahabatan itu penting, karena sahabat telah banyak mewarnai hari-hari kita, sahabat juga menghibur kita, dan sahabat telah sabar mendengar curahan hati kita.
     Karena dari tadi kami hanya diam saja, aku pun memulai pembicaraan."Tin, jangan lupa latihan drama, ya!"aku mengingatkan.Tina membaals,"ya, tenang saja, Rin, aku sudah latihan kok, walau kamu tidak tau itu!"kata Tina."Ya, aku percaya, sobat!"dukungku.
      Sahabat itu menurutku bagaikan kepompong yang akan berkembang menjadi kupu-kupu, sahabat bagaikan pelangi yang menghiasi hari-hari kita, sahabat seperti mentari yang menyinari hari-hari kita, sahabat juga seperti bintang yang menerangi hati kita, aku percaya persahabatan akan awet apabila kita saling percaya satu dengan yang lainnya, kita selalu setia dengan sahabat kita, kita tidak pernah berbohong kepada sahabat kita, saling mempercayai satu dengan yang lain, bisa menjaga rahasia juga termasuk, dan tidak membeda-bedakan sahabat kita walaupun sahabat dan kita bagaikan langit dan bumi, ungkapku dalam hati.
      Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 15.30, aku pun berpamit kepada Ibu Tina untuk segera pulang ke rumah."Tante, Tina saya pulang dulu, ya!Lain kali kalau saya ada waktu saya akan ke sini lagi, Waalaikum salam!"
"Ya, sama-sama, Dik!"kata Ibunya Tina.
       Aku pun pulang ke rumah, di rumah, aku membaca buku yang kuambil dari rak bukuku yang sudah lumayan usang itu.Pursue your dreams as high as the sky, do not you give up, reach your dreams if you believeit will happen, because the dream is our key to success, kata sebagian buku itu, itu buku memang buku bahasa inggris, tapi kalau di terjemahkan, artinya sama saja, kok!
       Kulihat Senja mulai berganti malam, aku masih berharap semua impianku akan terkabul dan tentunya, bersama sahabat baikku, Tina pastinya!
      Hari menjelang malam, kulihat kalender, empat hari lagi aku akan tau hasil cerpenku di majalah itu.Tak terasa tinggal menghitung hari, aku sudah bisa mengetahui hasil cerpen itu, semoga saja cerpen itu diterbitkan, harapku.
       Hujan rintik-rintik membasahi kota Jakarta, walaupun langit mendung, tetapi hatiku cerah, secerah warna-warni pelangi di angkasa.Walau terdengar bunyi sambaran petir, tetapi aku bahagia, karena aku punya sahabat yang ada dikala aku senang dan sedih.Memang itu gunanya sahabat, kan?

tunggu kelanjutan cerita ini di series selanjutnya!!!

Thursday, February 3, 2011

Seperti Bintang series 6

       Sepulang dari sekolah, aku jalan-jalan sama Ibuku ke Senayan City.Disana kami melihat-lihat barang apa saja yang Discount, itu mah kerjaan Ibuku, kalau aku ikut-ikut saja, kan lumayan bisa ditraktir juga.Selain aku dan Ibuku, kakakku Faddlie juga ikut pergi.
      Sesampainya di SC, kami berkeliling melihat-lihat, ternyata ada baju-baju discount yang modelnya lucu-lucu bangget, tapi harganya masih agak mahal juga, sih.Aku membujuk ibuku, dan Ibuku setuju untuk membelikan baju yang aku taksir itu.Kakakku Faddlie membeli kemeja kotak-kotak berwarna Biru.Setelah puas berbelanja, aku, Ibu dan kakakku segera ke restoran, kami makan di KFC aja, karena aku memang doyan makan ayam Fried Chicken.Untuk minuman, aku memesan Strawberry Bliss, Ibuku memesan Mocca Float, dan kakakku memesan Bubble Float.Tapi, kalau untuk makanan, kami semua makan fried chicken supaya kompak gitu.Karena udah kenyang, aku, Ibuku dan kakakku bergegas pulang ke rumah.
      Dirumah, aku mengerjakan PR yang diberikan guru.Aku juga baca-baca buku, karena sekarang bayak guru yang ngasih ulangan mendadak, jadi baca-baca aja, lah.Setelah banyak membaca, aku tidur karena ngantuk berat, nih!Hari memang sudah malam.
      Tak terasa, hari mulai pagi, mentari dengan malu-malu akan segera muncul dari langit yang mulai biru ini.Aku pun telah terbangun dari tidurku.Hari ini juga seperti hari-hari seperti biasa, aku akan berangkat sekolah lagi bareng sahbatku tercinta dia adalah yang paling kusayang.
     Aku segera ke rumah Tina untuk berangkat sekolah bareng."Tina, kita berangkat sekarang!"ujarku setengah berteriak."Iya, tunggu sebentar, ya, Rin!"balasnya.Setelah menunggu sebentar, Tina segera berangkat sekolah bareng aku lagi."Hmm...Tina, gak sabar, ya, nunggu pengumuman cerpen kita!"ujarku iseng."Iya, jadi gak sabaran, nih!"balas Tina sambil tersenyum lebar.
      Tak beberapa lama, kami sudah sampai di sekolah.Aku dan sahabatku segera ke kelas.Bu Devi, guru kesenian masuk ke kelas kami."Assalamualaikum anak-anak!"salamnya."Bagi kalian yang ikut Pensi, pulang sekolah nanti kalian ditunggu di Aula untuk latihan.Latihan ini juga menentukan kalian lolos atau tidaknya.Sekian informasi dari saya, Terimakasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarahkatuh!"tutupnya sambil memberi salam penutup."Ehm...kalau aku akan meranin dari film apa, ya?Kayaknya dari Film Seribu Impian aja, karena itu ada musikalnya, aku juga hafal seluruh dialognya!"ujar Tina."Kalau aku tetap pada pilihan sebelumnya!"balasku tak mau kalah.
       Hari ini guru-guru sedang tidak mengajar karena sedang rapat, jadi yang latihan Pensinya sekarang, aku dan Tina berjalan menuju Aula Sekolah.Latihan Pensi berlangsung dengan lancar, akhirnya tiba giliranku untuk dipanggil."Ririn Kresno Wijoyo dari Kelas V, mau nyanyi lagu apa?"tanya Bu Devi."Saya nyanyi lagu "Seperti Bintang, Bu, yang penyanyinya Cindy Yusniarti Yandini itu, lho, Bu!"kataku bersemanggat.Dengan iringan gitar dari kakak kelas, aku pun mulai bernyanyi dengan penuh penghayatan.Tapi, karena ini latihan, nyanyi cuma pakai reffnya aja juga boleh, asal bagus.Setelah latihan untuk yang menyanyi, sekarang giliran yang latihan drama.Yang dipanggil duluan ternyata Tina."Martina Asih Muliati dari kelas V, ingin memerankan drama apa? dan memerankannya sama siapa?"tanya Bu Devi.Ehm, saya meraninnya sama anak-anak kelas V, bu, tapi sebagian sudah pada pulang.Jadi yang ada tinggal Nona, Mona, Pona, dan Tona."Ya, sudah bagi yang drama latihannya besok saja, bagi yang tadi sudah latihan menyanyi, kalian diperbolehkan pulang, yang ikut pensi Menari juga besok latihannya!"pertintah Bu Devi.

tunggu kelanjutan cerita ini di series selanjutnya!!!

Wednesday, February 2, 2011

Seperti Bintang series 5

    Ya, tapi hari ini aku tetap sekolah, dong!Semanggat gak boleh hilang.Aku dan Tina pun segera menuju sekolah.
    Sesampainya di sekolah, ada pengumuman kalau pensi akan diadakan seminggu lagi."Hah, kita harus siap-siap, nih, Rin!"dengan cepat Tina berseru."Ya, kita harus memikirkan hal itu, kamu mau ikut apa, Tin?"tanya ku."Hmm...kalo aku ikut drama aja, deh!Nah, kamu mau ikut apa, Rin?"tanya Tina penasaran."Hmm...kalau aku ikut nyanyi aja, di mading tertulis, Pendaftaran dilakukan pada murid kelas VI, lebih tepatnya kepada Kakak yang bernama Angkasa.Demikian berita dari kami, bila ada yang kurang jelas, silahkan tanya panitia kami yang tadi baru kami jelaskan, kami ucapkan Terima Kasih.Aku dan Tina agak heran, kok ada orang yang namanya Angkasa, tapi unik juga, sih!"Kita daftar Pensinya sekarang aja, ya, Rin?"tanya sahabatku itu.Aku pun menjawab, "Ya, ayo kita segera ke kelas VI untuk mendaftar.
     Aku dan Tina menuju ke kelas VI, kami bertanya, "Permisi, yang namanya kak Angkasa ada?'"kata aku dan Tina berbarengan."Oh, yang panitia Pensi itu, kan?Tuh orangnya!"kata seseorang diantara mereka.Aku pun menyapa kak Angkasa, "Kak, kami mau ikut Pensi, kami mau daftar ke kakak, teman saya Tina, juga mau ikutan, Kak, daftarnya sekarang saja boleh, kan, kak?"tanyaku penasaran.Kak Angkasa pun menjawab, iya bolehlah adek-adek yang lucu!"seru kak angkasa sambil nyengir."Ya, sudah namamu siapa, dek?"tanya kak Angkasa kepada aku."Nama saya Ririn Kresno Wijoyo, saya ingin ikut menyanyi, saya dari kelas V!"kataku kepada kak Angkasa."Iya, baik, kalo kamu namanya siapa, dek?"tanya kak Angkasa kepada Tina.Nama lengkap saya Martina Asih Muliati, saya mau ikut drama, saya juga dari kelas V!"kata Tina demikian."Ya, baik, nama kalian berdua sudah kakak catat di buku panitia ini, kalian banyak latihan, ya!Kakak percaya kalian pasti bisa!"dukung kak Angkasa.
       Kami pun segera masuk ke kelas kami.Pelajaran hari ini adalah IPS, PKN, IPA, dan Matematika. Pelajaran IPS diajarkan oleh Bu Marrie, pelajaran PKN diajarkan oleh Bu Dewi, pelajaran IPA diajarkan oleh Pak Sumadi dan Matematika diajarkan oleh Bu Cinta yang mukanya mirip kayak Cinta Laura, penyanyi berdarah bule, yang berkarir dan tinggal di Indonesia.
     " Assalamualikum anak-anak! salam Bu Marrie.Hari ini kita ada ulangan tentang Bab 6 yang ada di buku."Ya, Ibu, kok ulangannya mendadak, sih?"kata seseorang diantara mereka."Ya, kalau kalian suka baca-baca buku paket kalian, pasti kalian dapat menjawab soal ini dengan mudah,"Bu Marrie berseru."Bu, ulangannya Esay atau pilihan ganda?"aku bertanya iseng."Pilihan ganda, tapi soalnya 50!"kata Bu Marrie mangagetkan.Anak-anak pun terdiam, termasuk aku dan Tina, pastinya.
     Aku mengerjakan soal itu dengan teliti dan aku berusaha mengingat apa jawabannya.Setelah lama mengerjakan, aku dan teman-teman mengumpulakan soal itu.
    Pelajaran kedua dilanjutkan dengan pelajaran PKN, sepertinya tidak ada ulangan, tapi, gak tau juga, deh!!!
Untung aku sudah mengerjakan tugas PKN jauh-jauh hari!Bu Dewi pun masuk ke kelas kami."Assalamualaikum, Selamat Pagi anak-anak!seru Bu Dewi ramah."Anak-anak, cepat kumpulkan tugas kalian!"seru Bu Dewi."Iya, Bu!!!"kata semuanya serempak.Aku dan Tina dengan teman-teman yang lain pun segera mengumpulkan PR kami masing-masing."Hari ini kita akan belajar tentang Penjahahan di negara kita dan pahlawan-pahlawan."Ibu tulis di papan tulis kalian catat, ya, kemudian Ibu juga ingin memberi kalian PR untuk pekerjaan kalian dirumah.
      Pelajaran PKN sebenernya bukan pelajaran favoritku, tetapi kalau tentang pahlawan aku suka sekali mempelajarinya.Ternyata yang dicatat sama Bu Dewi banyak juga.Sudah dua lembar buku habis untuk catatan hari ini.
     "Bagi kalian yang sudah selesai mencatat, kalian tinggal mengerjakan PR dirumah yang ada di halaman 197, bagian A dan bagian B.Demikian, Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarahkatu, salam Bu Dewi."Waalaikum salam warahmatulahi wabarakatuh, semua membalas serempak.
      Pelajaran ketiga dilanjutkan dengan pelajaran IPA yang diajarkan oleh Pak Sumadi.Karena Pak Sumadi beragama kristen, beliau memberi salam hanya lewat selamat saja."Selamat Siang anak-anak!"kata Pak Sumadi."Selamat Siang kembali, Pak!"balas kami serempak.
      "Hari ini kita akan belajar tentang tata surya, bapak akan menjelaskan di papan tulis.Setelah menjelaskan, bapak akan beri kalian soal yang mirip-mirip.Hari ini, pelajaran IPA hanya 1 jam, yang berarti soalnya gak jadi dikasih, deh!kataku dalam hati.
      Tak terasa, bel berbunyi, tanda istirahat.Aku dan Tina pun segera ke kantin untuk makan.Aku membeli Mie Ayam, sedangkan Tina membeli somay.Setelah habis, kami kembali ke kelas untuk ngobrol-ngobrol(mumpung belum masuk)."Hmm, lagu yang ingin kamu nyanyikan judulnya apa, Rin?"tanya Tina dengan penasaran."Lagu yang akan aku nyanyikan adalah lagu yang diciptakan Cindy Yusniarti Yandini itu, lho!Yang berjudul "Seperti Bintang'!"seruku berbalik."Kalo aku pengennya ngutip drama dari film yang ada musikalnya gitu, tuh, biar seru!Tolong bantu ikutan nyari filmnya, film apa, ya!"katanya bersemanggat."Ya, semoga kita berdua lolos audisi pensi dan cerpen kita juga diterbitin, Amin.Ya Robbal Alamin, balas Tina.
      Pelajaran keempat diisi oleh pelajaran Matematika, yang diajarkan oleh Bu Cinta yang cantik itu."Assalamuaikum anak-anak!"salam Bu Cinta.Kami pun membalas, "Walaikum Salam!"
      "Hari ini kita akan belajar tentang diagram, kalian bisa mengerjakannya nanti, sekarang Ibu jelaskan terlebih dahulu di papan tulis agar kalian mengerti,"seru Bu Cinta.Setelah lama menjelaskan, Bu Cinta memberi kami tugas di halaman 150 bagian A saja, katanya.Tetapi, bel sudah keburu berbunyi."Ya, tugas ini tolong dijadikan PR, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
       Akhirnya kami pun pulang ke rumah.Aku jadi tak sabar menunggu hasil dari cerita yang aku buat bersama sahabatku.Ya, tinggal enam hari lagi, aku akan membeli majalah itu agar tau hasilnya seperti apa.Semoga saja ceritanya diterbitin, Good Luck Ririn and Good Luck Tina, harapku dalam hati.

tunggu kelanjutan cerita ini di series selanjutnya!!!

Powered By Blogger
cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here