Sunday, May 25, 2014

Cerahnya Mentari dibalik gelapnya Awan

 

      Hari memang tak selalu indah. Kau tau, mataharipun bersinar terik bercahaya namun menyengat. Banyak orang tau aku aneh, bukan, aku bukan aneh, namun aku unik. Inilah aku, orang yang suka menyendiri dikesepian ini, melihat dunia dengan cara berbeda. Aku yang bingung sendiri, melihat banyaknya kemunafikan didunia ini. Entah apa, inilah aku. Bukan aneh, mungkin unik. Aku selalu menerima semua orang apa adanya. Mungkin mereka yang tak mengerti. Tapi aku tau, melalui firasat ini.
       Dunia sudah tak sama seperti dulu. Awan saja birunya tak secerah dulu. Mungkin cerah, namun berbeda. Tak apa mereka mencaci, seakan aku yang selalu salah, aku tau aku tak sempurna. Tentu saja, mereka menganggap aku berbeda.
       Aku bukanlah seorang anti sosial. Aku bukanlah seseorang yang memilih-milih teman. Namun entah apa, mereka yang berpikiran negatif. Untung saja, yang maha kuasa masih berbaik hati untuk menjadikanku orang yang semakin kuat. Karena diumurku yang belum terlalu dewasa ini, pahitnya kehidupan yang belum orang lain rasakan, cobaan yang begitu beratnya, membuatku percaya, Allah SWT itu ada dan selalu melindungiku untuk menjadikanku kuat.
      Beginilah aku. Aku bukanlah pendusta yang hanya memikirkan kesenangannya, aku juga bukanlah orang yang tega melihat orang lain kesusahan.  Untung saja, aku tak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik. Untung saja, Allah selalu melindungiku, setia menjagaku dan memberiku nafas hingga hari ini. Kau tau, kalian tau, dunia tak lagi sama. Entah mengapa semua itu hanyalah kepalsuan ataukah kebenaran.  Aku tak tau.

2 comments:

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here