Wednesday, September 19, 2018

Dia ada :)



        Dia ada. Dia menyukaimu. Tanpa kamu tau bahwa dia selalu memerhatikanmu secara diam-diam. Berharap setiap hari kau baik-baik saja, dia tak pernah lupa mendo'akan yang terbaik untukmu setiap harinya. Baginya, mengetahui kau baik-baik saja itu sudah membuatnya tenang.
       Dia ada, dia memperhatikanmu. Apa hobimu, makanan favoritmu, apa saja, termasuk hal-hal yang kamu tidak suka. Dia adalah pemerhati diam-diam. Paling handal dalam memata-mataimu.
        Dia ada, meskipun kadang kau tidak sadar akan keberadannya. Ya, dia adalah seseorang didekatmu, ntah itu temanmu, sahabatmu atau tetanggamu, ibahkan bisa jadi orang yang tidak kamu sangka-sangka. Cinta memang tidak bisa ditebak. Kau harus tau itu.
       Dia ada, meskipun mungkin dia suka sok cuek, meskipun terlihat dia ganjen sama orang lain, meskipun dia mengelak, ya tentu saja, itu hanya alibi, karena, dia menyukaimu. Tidak perlu ditanya, karena tanpa ditebak kau juga lama-lama akan tau, seseorang itu menyukaimu atau tidak, iya kan?
       Bicara tentang percintaan, tentang pemerhati diam-diam memang selalu menarik untuk ditulis, dan selalu ada ide, karena saya juga termasuk pemerhati diam-diam, namun tulisan ini, bukan tentang saya, mungkin ini hanya sekedar iseng-iseng saja. Tapi kamu mesti tau, menjadi secret admirer itu ya penuh dengan tantangan. Tantangannya apa? Pasti tau kalo pernah ngerasain, apa emang lagi ngerasain? Ya gitu.
        Dia ada, diam-diam memandangimu dari kejauhan. Didepanmu seolah-olah tak mempedulikanmu. Namun saat kau lengah, matanya tak lepas memandangimu. Ya dia ada, bahkan dia bukan orang yang sering memujimu, mungkin saja dia orangnya sarkas, atau ya orang yang tidak kamu sangka-sangka. Memang penuh dengan teka-teki, kau sendiri yang harus memecahkannnya.
        Dia ada, dalam kesendiriannya, ia mungkin saja membuatkanmu puisi atau lagu, bahkan membuat lukisan sketsa wajahmu. Atau ya tentu saja hal-hal yang berkaitan dengan dirimu. Kadang cinta bisa membuat seseorang menjadi lebih puitis dan lebih artistik. Tapi ya beda lagi kalau dia memang anak seni atau udah gitu dari sananya, hahahaha.
        Dia ada. Mungkin memang kau tidak tau. Karena dia tidak mengucapkan selamat malam, selamat makan lewat chat atau sms, tapi dia akan mengucapkannya didalam hatinya, dan tentu tak lupa mendoakan agar kau selalu baik-baik saja setiap harinya.
         Dia ada. Dan tentu orang itu memang tidak kau sangka-sangka. Dia bukan orang yang rajin memberi hadiah seperti cokelat atau bunga. Tapi mungkin dia akan selalu membantumu, tanpa ada imbalan atau maksud apapun.
       Dia ada, didekatmu. Kau sering melihatnya, bertemu dengannya. Mungkin setiap hari atau sering. Ya begitulah. Dia ada, dia seseorang yang mengagumi diam-diam, dari kejauhan :)

Saturday, September 1, 2018

Pada malam yang larut

        Lewat tengah malam, inspirasi datang, dan kuakui sebagian besar adalah tentang kamu. Lalu kuminum segelas kopi sambil menuliskan cerita kita. Ya, bagiku tak ada bosannya bercerita mengenai kamu, dan bagiku, waktu bersamamu adalah berharga. Sungguh tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.
       Belakangan aku sulit untuk tertidur, ntahlah, ntah kamu mengingatku juga atau tidak. Menebak isi hati orang tidaklah mudah, apalagi dari kejauhan. Sulit, apalagi yang kuketahui kamu cukup misterius. Dan hal itu tentu sangat mempesonaku.  
       Aku tentu berharap semoga kau juga merasakan apa yang kurasakan. Ya, mungkin aku memang tidak seperti cewek-cewek lain yang kalem, kamu pasti ketawa karena ya, aku rame, aku berantakan begini, aku gak bisa jadi orang lain, semoga kamu bisa ngerti, kalau memang aku berbeda dari mereka. 
      Lewat tengah malam, kadang imajinasiku menjadi liar, ya imajinasi yang gila, khayalan gila tentang dirimu bermunculan. Senyuman itu, tatapan itu, sapaanmu, obrolan singkat kita, tak pernah ada yang terlupakan di memoriku. Kamu terlalu indah untuk dilupakan. Semoga kau merasakan hal yang sama.         
       Mungkin aku berlebihan, seperti terlalu banyak berharap, namun tak apalah, aku kadang bingung mesti bagaimana, mungkin Tuhan dan Malaikat tau jawabannya. Ya, mungkin saja. Menjadi sekedar seorang teman atau sahabat untukmu, bagiku tidak masalah. Sampai kapanpun, kamu tetap istimewa untukku.          
       Malam sudah sangat larut, aku didepan laptop sedang menuliskan ini. Sambil meminum segelas kopi, khayalan gilaku berkembang. Andai kau ada disini, andai kau bukan hanya sekedar seorang teman, ya, biarkan menjadi khayalan atau kenyataan, Tuhan dan Malaikat tau.        
        Bulan ini sudah mulai musim hujan, bulan ini jujur saja sebenarnya bukan bulan yang kusukai, orang yang mengkhianatiku, akan ulang tahun sebentar lagi, tapi aku bersyukur, karena ternyata dia seburuk itu, dia tak pantas untukku. Bukannya aku sok sempurna, tapi aku paling tak suka dikhianati. Tapi biarlah itu menjadi masa lalu. Semoga kau tidak seperti itu. Aku merasa nyaman, aman denganmu, semoga kau tidak seburuk itu. Walaupun aku juga gak tau sebenarnya kita itu seperti apa.          Aku percaya kamu, semoga saja kau tidak mengecewakanku.         
       Aku tidak seberani itu. Andai saja aku berani, aku ingin bisa memelukmu, berkata "Aku sayang kamu, cinta kamu.". Tapi ternyata memang tak semudah itu, bahkan untuk berbasa basipun aku canggung sekali. Ya, aku akan tetap ra, semoga kau juga merasakan hal yang sama. Meski aku tau, Tuhan lah yang akhirnya akan menentukan seperti apa kedepannya. Selamat malam menjelang pagi, karena kamu mengantarku untuk menulis tulisan konyol ini. Semoga kamu baik-baik saja :)
cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here