Tuesday, July 21, 2015

Tentang rencana gue membuat novel...



      Oke, gue udah sering bilang kalau gue pengen bikin novel, ini beneran lho, gak ngibul atau sekedar bercanda.Ya, udah dari beberapa tahun ini memang belum terwujud, karena biar kalian tau atau sekedar info aja, bikin novel gak segampang yang kita-kita fikirkan.  Perlu kerajinan dan intensitas dalam menulis. Orang yang menulis novel harus bisa rajin dan rutin nulis cerita yang diabuat (baik fiksi maupun non-fiksi). Pada kenyataannya,  ternyata menulis fiksi (khayalan) itu lebih susah dibandingkan dengan menulis non-fiksi (nyata). Kenapa? Karena menulis fiksi membutuhkan lebih banyak imajinasi dan dituntut agar terus berfikir mengenai cerita yang ingin dibuat. Sementara non-fiksi, lebih mudah karena kita udah tau, tau banget apa yang mau ditulis. Contoh karya non-fiksi : Diary/ Curhatan, juga novel-novel karya Bang Raditya Dika. Karena biasanya karya non-fiksi berisi pengalaman pribadi, dan terus terang apa yang gue buat kebanyakan non-fiksi. Meski kadang pengalaman yang gue tulis aneh-aneh dan seputar kisah-kisah gaje gue.
     Gue nulis emang berdasarkan apa yang gue rasa.  Dan mungkin gue sedikit terinspirasi sama Bang Raditya Dika. Ya, gue suka novel-novelnya (Raditya Dika), sangat unik, beda dari yang lain, dan sangat apa adanya: 'gak berlebihan' atau 'dilebih-lebihkan '
     Dan buat kalian yang penasaran, bahkan sangat penasaran, atau mungkin cenderung 'kepo' :p, gue bakal sebutin alasan gue kenapa novel gue (yang judulnya dirahasiakan) belum jadi-jadi/kelar sampai sekarang :

• Gue jomblo, dan pengalaman yang gue punya sedikit dan kebanyakan memalukan.
  Contoh: Gue lagi suka sama orang, tapi orang itu malah jadian sama orang lain, bahkan mungkin aja orang itu jadian sama orang yang gue benci karena orang itu suka menghina-hina gue atau ngebully gue. Gue gak salah, kan?!

• Seperti yang udah gue bilang, ternyata nulis novel itu gak gampang, terutama yang fiksi.  Perlu pemikiran matang untuk membuat sebuah novel.  Karena novel beda dengan cerpen (cerita pendek)

• Gue rada labil dalam menentukan nama tokoh.
  Contoh: Gue udah buat tokoh dengan nama ini, ntar gue ganti lagi dengan nama yang gue anggap 'pas', ini juga salah satu penyebabnya, bahkan rada beresiko karena gue harus buat dari ulang lagi, ya begitulah...

• Dulu rumah gue kebanjiran, sekarang udah sekitar tujuh bulan gue tinggal dirumah lain (tentunya rumah ortu gue). Terus laptop gue rusak, sekalinya gue ngetik, tulisan gue ilang semua *sedih* dan sekalinya gue ngetik walau cuma satu huruf, laptop gue tiba-yiba jadi kayak tv-tv jaman dulu yang ada semut warna-warninya.Dan perlu kalian tau, laptop gue memang model jadul dan gak secanggih Mac Book Apple yang harganya aja bisa 20jt lebih, jadi ya maklumin aja. Mungkin suatu hari nanti kalau gue punya duit banyak (entah kapan), gue bisa punya MacBook. Dan tentunya itu masih sangat lama.

• Karena laptop gue rusak, gue terpaksa nulis ulang lagi dibuku-buku kosong gue. Tapi ternyata nulis novel dengan nulis biasa itu lebih capek, baru dua halaman aja udah merah-merah tangan gue. Jelas beda dengan ngetik walau lima halaman sekaligus gak akan  sepegel dengan nulis tangan.

• Dan yang terakhir, karena rutinitas harian gue sebagai pelajar tanggung ini (yang Insha Allah sebentar lagi Lulus) yang menyebabkan terhambatnya hal ini. Gue selalu pulang sore kalau sekolah, dan belum lagi tugas yang mesti dikerjain dan juga gue tau, sangat tau, sekarang gue udah kelas XII yang menandakan gue mesti lebih fokus dan lebih berjuang lagi demi mengejar target gue ini *yaitu Lulus dengan nilai baguu* dan Insha Allah dapat diterima di Jurusan Sastra, Universitasnya...hmm gue rahasiakan dulu mrski gue udah tau kau masuk mana dan moga-moga kesampaian. Bantu do'anya, ya, hehehe. Dan Insha Allah gue akan tetap rajin menulis dan harus lebih rajin lagi, meski nyicil-nyicil, dan itupun kalau memang gue punyu cukup waktu luang.   (Perlu kalian ketahui, selama laptop gue mirip tv jadul itu, alias penuh semut warna-warni berseliweran, disana-sini, gue ngeblog di hp, dan itu 10x lebih lemot, dan lebih rawan typo, lebih menyebalkan dibandingin dengan gue ngeblog di web (komputer, laptop), jadi ya gitu deh. Gue akan usahain lagi biar gue bisa lebih rajin nulis lagi.

     Sebenernya gue punya rencana pengen membukukan blog gue ini (terutama yang kategori curhatan gitu, ya kalau dirasa gak memungkinkan buat gue rutin nulis sementara gue pengen fokus di kelas XII ini *halah prett*, tapi serius deh gue pengen fokus belajar *Aamiin dan (emang ini harus). Ya, karena gue rasa sebagian besar yang gue tulis itu kan semacam diary/curhatan, dan sebagian lagi puisi  Tapi, gak tau juga deh, gue akan liat-liat dulu apakah tulisan gue layak atau gak sebelum gue kirim ke percetakan, eh salah deng ke penerbit maksud gue. Ya, okelah segini aja, capek juga nih nulis panjang kali lebar gini. Kalau ada pendapat, ya kasih komentar aja, siapa yau bisa mengilhami/menginspirasi gue. Sekian, terima kasih & sampai jumpa :)

6 comments:

  1. Memang sih, nulis novel itu butuh ketekunan. Semoga rencananya bisa terwujud dan novelnya bisa sukses:)

    ReplyDelete
  2. Memang agak sulit, sayapun mengakui. Terima kasih atas komentar & do'anya. Aamiin :)

    ReplyDelete
  3. Jadi inget masalah klasik yang menimpa gua: pengen bikin novel tapi ga jadi-jadi mulu. Yang ada draftnya terbengkalai, dari zaman nulis di kertas sampe nulis di laptop, ga ada yang bisa sampe finish, haha. Kalo lo rada labil dalam menentukan nama tokoh, gua rada labil dalam menentukan alur, padahal itu yang terpenting. Kalo udah begini, revisinya mesti dari ulang, jadi males lanjut hehe.

    Sekarang pas gua udah kerja, lebih sulit lagi kompromiin waktunya. Tapi apapun itu, sebenernya yang paling penting adalah niat dan konsistensi. Well, i hope you'll find your own spirit to write and finish it successfully. Just follow your passion, before it's too late :-)

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngelanjutin yang udah terbengkalai emang kepengen, tapi kok ya rasanya berat banget tangan gua ini buat nulis haha. Yup, siapa yang tahu sih nasib kita ke depannya gimana, ya ga? Berawal dari yang kecil berakhir menjadi yang besar. Amin.

      Oke, thanks, never give up to you too :-)

      Delete
  5. Ya dilanjutkan saja jika memang itu bermanfaat. Why not, kan? Selagi berguna, tak ada salahnya dicoba lagi☺

    ReplyDelete

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here