Thursday, September 17, 2015

Malam kelabu

    Kulihat bulan sabit samar-samar menunjukkan keberadaannya. Terlihat, namun malu-malu muncul. Seperti layaknya rasa ini. Rasa yang tak tau sejak kapan adanya.
     Langit kelam tanpa ada cahaya lebih.  Bintang-bintang entah mengapa tidak mau muncul ke angkasa. Tampaknya hiasan langit sedang malu untuk muncul di peraduannya. Atau memang sedang tak terlihat du bumi kita.
     Mungkin, aku berharap malam ini dia ada disampingku, walau mungkin hanya untuk sejedae menikmati kebab di pinggir jalan, debgan keheningan malam. Mungkin, aku berharap dia akan mengantarku pulang, yang mungkin hanya akan menjadi anganku, menjadi mimpi yang mungkin gak nyata.
     Tak biasanya langit terlihat keruh. Tanpa adanya cahaya dari sang penguasa alam, Bulan. Keruh, seperti aku yang hanya bisa berdiam begini saja. Memekirkannya.
    Ah, kamu itu. Iya kamu. Aku memikirkannya lagi, itu kamu. Aku gak bisa tidur.
   
     Aku harap, esok langit tak akan sejeruh malam ini.  Aku ingin melihat keindahan langit malam yang bersinar. Dengan bulan yang muncul tanoa samar-samar dan dengan jutaan bintang yang mau kembali ke peraduannya. Entah untuk malam kapan, tapi aku percaya, sinar itu akan kembali ke peraduannya :)

-Ide datang sewaktu pulang Istigosah yang memang ada disetiap malam Jum'at.

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here