Friday, August 31, 2018

Seandainya


      Andai aku bisa mengulang waktu, aku ingin berada denganmu selamanya. Ya bersamamu meski hanya beberapa jam, itu sudah lebih dari cukup. Ntahlah, harus kuakui semenjak ada kamu, ya beberapa tahun ini, aku gila. Seperti candu, melihatmu membuat ketagihan. Ya, sesederhana itu. Meski jujur saja, untuk bicara banyak hal denganmu, aku masih sungkan, bingung mesti memulainya darimana.
        Seandainya waktu bisa diulang, aku ingin semalam bisa terjadi lagi. Tertundanya jadwalmu membuatku bisa melihatmu selama kurang lebih 5 jam. Aku yang memang malu-malu, malam itu hanya berbicara sedikit denganmu, ya sangat sedikit, karena jujur saja, aku gak tau mesti memulai darimana, melihatmu mendadak aku amnesia, lupa apa yang mau aku sampaikan, padahal sudah kupikir dari jauh hari. Ya, jujur saja memang awkward, tapi hal itu membuat pertemuan kita lebih lama, bahkan bisa dibilang sangat lama. Mungkin itu hikmahnya. bisa bersamamu lebih lama, meski ya aku gak bisa bilang bersama juga sih, tapi anggep aja begitu.
      Kamu membuatku merasakan Jakarta punya atsmotsfir yang lain. Tentu udara yang kita hirup sama. Namun sayang malam itu tidak ada bintang. Kamu, aku selalu berharap agar selalu bisa melihatmu, meskipun mungkin hanya sebulan sekali, tak apa, ya tentu saja aku ingin pertemuan kita lebih banyak dari itu. Ya, mungkin aku tidak boleh berharap terlalu jauh, biarkan saja semua mengalir, aku tak akan memintamu apa-apa. Aku tidak akan menuntut ini itu, aku mengerti segala hal tentang kamu, mempelajari sifatmu, hobimu, kriteria cewek idamanmu, ya semuanya. Tapi memang, untuk masalah hati aku tidak bisa menebaknya.
        Aku ingin bisa bersamamu selamanya. Berbagi dunia dengan kamu, berbagi mimpi denganmu, ya kamu, bukan abangmu, bukan orang lain, hanya kamu. Kamu membuat hidup aku lebih berwarna daripada dahulu kala, seakan-akan mendung tak pernah ada.
       Tentu aku ingat, malam itu kau tersenyum kepadaku, memandangku, meski aku tidak mau terlalu percaya diri, tapi kuakui aku senang. Setidaknya kamu bisa bertahan di situasi yang memang tidak kamu harapkan, setidaknya kamu tau, bahwa aku ada, selalu ada, bagaimanapun keadaannya. Aku selalu berharap yang terbaik untukmu.
         Andai saja hari itu bisa kuulang, mungkin aku akan menggunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Karena bersamamu, tidak ternilai harganya, karena bersamamu, adalah kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata.

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here