Saturday, August 9, 2014

My best friend, true love

   Aku tak percaya. Dari sekian banyak manusia, dialah yang terindah untukku. Aku tak menyangka. Apakah ini takdir, garis tangan atau apa.
    Dunia kita begitu sama, dunia kita begitu dekat. Bahkan jarak yang begitu jauhpun, aku merasa  kita dekat, meski dirimu jauh entah dimana.
   Hidup memang begitu ajaib. Kita bahkan gak tau, kejadian apa dan apa yang akan terjadi nantinya. Dan aku percaya, sejak awal kita bertemu, aku measa kaulah belahan jiwa. Ternyata kita sama, bahkan jarak tak lagi masalah.
    Aku tak mengerti, perasaan ini sungguh abadi. Cinta yang tidak ada ujungnya. Cinta yang membuat aku mengerti, bahwa untuk apa kita mencari yang sempurna, bila disekitar kita, dihidup kita, bahkan seseorang dari masa lalu kita yang bernotabene 'sahabat' adalah orang yang tepat untuk kita.
    Jarak bukanlah masalah. Aku percaya nyanyian alam selalu ada, udara akan selalu menyampaikan cinta kita, air akan selalu membuatmu merasa nyaman.
    Aku percaya. Alam berbahasa. Langitpun melukiskannya. Merpati juga akan selalu menyampaikan telepatinya. Kita bukanlah alam itu, bukan juga langit itu. Kita bagaikan dua pasang merpati yang saling jatuh cinta, putih bersih, suci, apa adanya, dan kita adalah kita. Kita apa adanya. Kita selamanya

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here