Saturday, November 30, 2013

Kamu

  
      Kamu. Iya, kamu. Yang bila ada dihadapanku, bahkan untuk sekedar menyapa dan menatapmu aku tak bisa. Kamu selalu aku cari didalam hatiku.
      Kamu yang entah siapa dulu pernah hadir setahun. Dan setahun, tepatnya beberapa bulan lagi, mungkin kita takkan pernah bertemu lagi.
      Aku bukanlah orang yang mudah mengutarakan perasaan dengan mudah bila benar-benar aku menyukai seseorang. 
       Aku sudah biasa melihat orang yang kucinta bersama dengan orang lain dan itu bukan aku! Aku terbiasa disakiti oleh makhluk tak berperasaan. Mungkin lebih baik aku sakit daripada sakit hati. Tapi, nyatanya kamu gak akan peduli kan? Emang kamu peduli? Butuh kiamat dulu baru bisa membuktikan bahwa kamu peduli sama aku, atau mungkin aku harus mati dulu biar tau kamu beneran peduli atau biasa aja.
     Tolong jangan menghindar. Aku tak bermaksud merusak hubungan kalian. Aku hanya ingin melihatmu dan ingin mengenalmu lebih dekat, tanpa ada maksud menusuknya atau menyakitinya. Karena bila kamu bahagia, aku bahagia meskipun itu sesak yang teramat dalam.
      Aku tak tau apa yang sebenarnya ada didalam hatimu. Aku tak mau berharap, aku tak ingin kecewa. Tapi, aku yakin aku menyayangimu lebih dari rasa sayangnya padamu. Tak ada maksud terselubung, hatiku tulus.
      Aku masih bertanya-tanya tentang semua ini. Mungkin Tuhan nyiptain kamu cuma buat numpang lewat alias sementara saja, Tapi, aku percaya takdir. Dan aku menunggu kisah selanjutnya melalui garis tangan, yaitu takdir yang Tuhan ciptakan.  

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here