Sunday, November 20, 2011

17 Hari bersama Amanda (Part 1)


Karya: Cindy Yusniarti Yandini

“Amandaaaa!”
Terdengar suara seorang cowok memanggil Amanda. Cowok itu bernama Fardy. Fardy adalah teman baru Amanda, cewek pindahan dari Bandung itu. Baru dua hari ia disini. Amanda pindah karena orang tuanya bertugas di Jakarta, sebuah kota Metropolitan yang ia tempati sekarang ini. Rumahnya bersebelahan dengan Fardy dan mereka juga bersekolah di tempat yang sama.
"Iya Fardy ini gue! Sabar dikit kenapa?" 
"Ya, abisnya lo lelet amat sih! Dandan kagak, tapi lama amat!"
"Biasalah, gue kan keboo! Jadi agak kesiangan bangun gitu!"
"Hahaha dasar! Berubah dikit dong lo, gak bosen jomblo melulu?"
"Yee, lo ngejek gue aja bisanya! Emang lo punya Cewek?"
"Gimana ya? Mungkin lo haha gaklah! Gue gak punya Cewek, emang kenapa?"
"Yee itu mah sama aja, ya udahlah kita sama-sama Jomblo!"
"Tossan dulu, biar asik!"
"Yoo siplah"
"Eh, da, udah ah jangan kebanyakkan ngobrol, bentar lagi masuk sekolah, nih (sambil melihat jam tangan)
"Lo yang ngajak ngobrol, gimana sih?"
"Yaudah deh!"
       Fardy dan Amanda pun berangkat sekolah bareng. Mereka berdua naik Bus. Ya beginilah hari-hari Amanda sekarang, bersama Fardy, teman akrabnya.
      Tak terasa akhirnya mereka berdua sampai juga disekolah mereka. Untung saja mereka tidak terlambat. Mungkin, 2 menit lagi gerbang sudah ditutup. Mereka pun segera memasuki kelas mereka. Karena Amanda baru hari ini bersekolah disitu, ia disuruh Pak Sardi memperkenalkan diri. 
"Perkenalkan, Nama saya Amanda Janita Perdana. Saya berasal dari SMP Bandung Nasional."
"Ya, Amanda kamu diperbolehkan duduk, karena Fardy duduk sendiri, kamu boleh duduk disampingnya!"
"Baik, Pak!" jawab Amanda.
       Amanda pun segera duduk disamping Fardy. 
"Ya sial banget deh gue duduk sama lo, beehh lo lagi...lo lagi..kenapa sih harus selalu ada lo?"omel Fardy.
"Hmm...gimana, ya? Gue juga bingung. Mungkin Takdir!"
"Huh...tau deh-_-!"
        Pelajaran pun dimulai. Pelajaran pertama adalah pelajaran IPA, yang diajarkan oleh Pak Sardi. Amanda memerhatikan pelajaran dengan mata mengantuk. Maklum, ia begadang nonton bola. 

Tampak Fardy menyenggol lengan Amanda sambil berbisik, "Woy, jangan tidur!"  
"Iyaa nih. Beeh, padahal ngantuk banget!"
Tanpa disadari, Amanda malah tertidur dibahu Fardy. Untung saja Pak Sardi tidak melihat. Anak-anak yang ada dikelas itu memerhatikkan sambil tertawa kecil dan cengengesan. Ya ampun!
"Eh, lo jangan tidur, malah tidur dibahu gue lagi! Gak enak diliat temen-temen!"
"Maaf deh, abis gue ngantuk banget!"
"Makanya jangan kebanyakkan begadang! Lo sendiri kan yang ngerasain akibatnya!"
"Yadeh!"
"Yee dibilangin malah gitu-_-!"
"Hahaha!"
       Lanjut kepelajaran lain. Tak terasa sebentar lagi istirahat. Kurang lebih 5 menit lagi. 

Tinggg...tenggg...ting...tanggg...tongggg....tongggg! 
Akhirnya bel berbunyi juga.
Semua anak pun berhamburan keluar kelas. Sudah sangat lapar karena capek berfikir. Begitulah, istirahat adalah hal yang paling ditunggu-tunggu jika disekolah.

bersambung...

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here