Tuesday, November 22, 2011

17 Hari bersama Amanda (Part 3)


“Ada apa ini ribut-ribut? Sampai-sampai kedengaran ke ruang guru! Kalian tuh gak malu ya sama Kepala Sekolah, bisa-bisa kalian dikeluarkan dari sekolah! Kamu juga, dasar Anak-anak Bandel, bisanya gangguin adek kelas aja. Kalian semua dipanggil keruangan Ibu! Kamu berdua juga, Fardy, Amanda!”
“Iya, Buuuu!”

"Nah, bisa coba kamu jelaskan Fardy, apa yang sebenarnya terjadi tadi? Ibu mohon kamu jawab dengan jujur tidak usah takut dengan mereka, sudah biasa mereka seperti itu!"
"Begini Bu, tadi saya dan Amanda pengin masuk ke kelas, nah tiba-tiba kakak-kakak ini menganggu Amanda, sampai kacamatanya dilempar ke gentang sampai pecah. Nah, begitu Bu!"
"KETERLAAALUUAAAN KALIAN! POKOKNYA IBU PANGGIL ORANG TUA KALIAN SEMUA! DAN KALIAN GANTI KACAMATA AMANDA! SUDAH KELAS IX MASIH SAJA BIKIN ULAH! BISA-BISA KALIAN TIDAK LULUUS KALAU BEGINI TERUS! PERINGATAN UNTUK SEKALI INI, SEKALI LAGI KALIAN MENGANGGU KETERTIBAN SEKOLAH, KALIAN IBU KELUARKAN DARI SEKOLAH INI, ATAS IZIN DARI KEPALA SEKOLAH!"
"Iyaa Buuu!" jawab anak-anak dari Geng Nakal sambil tertunduk karena takut.
"Yasudah masuklah kekelas masing-masing! Amanda, kalau ada apa-apa bilang ke Ibu saja, ibu siap membantu kau!"
       Mereka pun kembali masuk ke kelasnya masing-masing. Sepertinya Geng Nakal takut tuh dengan bentakkan Bu Titin tadi.
"Yang sabar ya Amanda, mereka emang kayak gitu! Tapi gue yakin kok mereka gak akan begitu lagi! Tenang aja, kan ada gue. Gue sayang sama lo! (sambil mengelus kepala Amanda " kata Fardy

Entah kenapa ada sedikit getaran yang berbeda yang dirasakkan Amanda sewaktu Fardy mengelus kepalanya. Mungkinkah ia juga menyayangi Fardy?

"Apa? Lo bilang apa? Lo sayang sama gue? Gak salah denger tuh gue?"
"Gak kok lo gak salah denger. Lo mau gak jadi pacar gue? Jadi Cewek gue? Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo, Amanda!"

Jantung Amanda kembali berdegup sewaktu Fardy mengucapkan kata-kata itu kepadanya.
Nembak nih ceritanya?

"Karena kita udah lumayan deket, gue terima deh, Far! Awas ya kalo lo macem-macem gue gatak lho, hahaha!
"Gaklah!"
       Semenjak hari itulah, Amanda dan Fardy berpacaran. Mereka selalu bersama, dan tak ada yang berubah seperti dulu, sebelum mereka berpacaran. Mereka tetap seperti dulu.

Sampai pada suatu hari....

       Sudah berminggu-minggu Amanda ia tidak masuk sekolah. Ia tidak masuk karena sakit. Namun teman-temannya dan pacarnya Fardy pun belum mengetahui Amanda sakit apa.
 Sepulang sekolah, Fardy menelepon kenomor Ibu Amanda.
"Halo?"
"Ya, dengan siapa?"
"Ini Fardy, Tante! Amanda kenapa tidak masuk sekolah terus? Dia sakit apa?"
"Kamu harus tegar mendengar pernyataan ini, Fardy. Amanda sekarang sedang di Rumah Sakit. Ia mengidap Leukemia. Tante juga kaget mendengar hal ini. Tante harap kamu kuat mendengarnya, mungkin umur Amanda sudah tidak lama lagi" (sambil menangis)
"Leukemia? Kanker Darah. Ya, tante saya langsung ke rumah sakit, dimana rumah sakitnya?"
"Rumah Sakit Tebet, Kamar Mawar, No 119"
"Ok, tante saya segera kesana!"
"Iya Tante tunggu!"

      Fardy pun segera kerumah sakit tersebut. Tak beberapa lama kemudian, Fardy sampai disana. Ia segera menuju kekamar Amanda dirawat.
      Disitu terlihat Perempuan 13 tahun sedang terbaring lemah. Ia masih tertidur. Iya, itu Amanda, yang sedang terbaring lemah karena Leukemianya, penyakit yang mematikan.
"Tante, gimana Amandanya?"
"Saat ini ia belum bangun, Far. Tante khawatir ada apa-apa dengan dia!"
"Yang sabar Tante, mungkin ini cobaan dari Allah!"
"Iya Makasih Fardy. Kamu pulang aja, tante gak mau ngerepottin kamu! Nanti kalau ada kabar, tante kirim lewat BBM aja, ya!"
"Ok, Tante!"
        Fardy pun pulang. Cemas, ia cemas memikirkan keadaan Amanda, cewek yang sangat ia cintai sedang mengidap penyakit yang parah.
        Berhari-hari tak ada kabar tentang Amanda. Sampai, pada suatu hari, Fardy mendengar kabar bahwa Amanda telah meninggal dunia. Mendengar itu ia sangatlah sedih. Ia tak tau harus berkata apa lagi, ia masih ingin melihat dan mungkin memeluknya. Seandainya saja Amanda masih hidup. Ia hanya mengenal Amanda selama kurang lebih 17 hari, yaitu 17 hari bersama Amanda
       Suatu hari, Fardy mengunjungi makam Amanda. Ia memberikan bunga-bunga pada pusaranya. Dan ia juga menuliskan ungkapan pada nisan itu.

Semoga kau tenang disana, Amanda. Disini aku akan terus mendo’akanmu. Mungkin bila aku meninggal nanti, aku akan menyusulmu dan melihatmu lagi diakhirat. Selamat jalan Amanda, jangan lupakan kenangan tentang kita berdua
- Fardy Alamsyah Muhammad

Tamat

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here