Sunday, April 10, 2011

3 Permintaan Ayah

       Dede, anak ini masih berumur 10 tahun.Ia tinggal bersama ayahnya.Ia tidak punya adik, kakak dan saudara.Ibunya juga sudah tiada.Betapa malang nasibnya.Bersama ayahnya, ia hidup dengan semanggat.
      Ayah Dede adalah ayah yang sangat baik.Mereka berasal dari keluarga sederhana.Tapi, Dede selalu bangga pada ayahnya itu.Dede bangga karena ayahnya sangat setia kepada Ibunya.Ayahnya tak pernah menikah lagi sejak lima tahun yang lalu.Ibu Dede memang meninggal pada lima tahun yang lalu, disaat Dede belum mengerti apa-apa.
      Ayah Dede masih muda, masih kuat, tapi Dede khawatir kalau ayahnya meninggal.Dede takut karena ia tak punya siapa-siapa lagi selain ayahnya itu.
   
                                                                           ***

Pada keesokan harinya ...

     Hari sudah pagi, Dede bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya.Dede sekarang duduk di bangku kelas VI SD.Dede adalah anak yang pintar dan pantang menyerah.
"Dede ini uang jajanmu!"pangil ayahnya.
"Ya ayah Terimakasih, ya!"
"Ya De, ya udah sekolah yang baik, ya!!! Sebentar lagi kan Dede mau ujian!"
"Baik, Ayah!Dede berangkat sekolah dulu, ya!Assalamualaikum Ayah!"
"Waalaikum Salam!"
         Beberapa menit kemudia, Dede sampai di sekolahnya yang tidak jauh dari rumahnya itu.Sebuah sekolah yang sederhana, tapi Dede tetap semanggat untuk menuntut ilmu disana.Dede lagi sibuk ujian kelulusan, ia berharap dapat masuk SMP Negeri Favorit.
        Tak beberapa lama, semua murid kelas VI diperbolehkan pulang.Ya, biasalah kalau murid kelas VI hanya try out saja, jadi nggak belajar yang lain, deh!!!
        Dede pun pulang ke rumahnya.Setelah beristirahat sebentar, ia menjual koran untuk membantu ayahnya.Dede ingin membanggakan ayahnya, orang yang telah menjaganya selama ibunya meninggal dunia.
       Dede berkeliling menjual koran, berpanas-panasan melawan teriknya panas matahari.Ia tak menyerah walau panas matahari mengenai kulitnya dan hujan yang turun tanpa ada yang tau.Dede bekerja keras setia pulang sekolah, membantu ayah agar tak kesulitan.
       Hari ini koran yang Dede jual terjual lumayan banyak.Dede segera pulang, hari sudah mulai malam.Matahari telah meninggalkan dunia untuk senja itu.
      Ia pulang ke rumahnya.Dan kaget melihat ayahnya berbaring dengan tidak berdaya.Dede menangis, Dede tidak mau kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya.
"Dede, dengarlah 3 permintaan ayah ini!"kata ayahnya.
"De...de ayah minta kamu jaga diri kamu baik-baik!"
"Ayah ingin kamu menjadi orang yang berhasil!"
"Ayah ingin kamu selalu kuat!"
      Setelah ayahnya mengucap 3 permintaan itu, ayah Dede meninggal dunia.
 
"Ayah jangan meninggal...Ayah jangan pergi!"teriak Dede.
"Dede janji, Dede akan menuruti 3 permintaan ayah itu, Dede janji!"kata Dede.
                                                
                                                             ***
       Ayah Dede segera dimakamkan.Dede menangis menahan haru.Tetangga-tetangga menghiburnya selalu.Mereka iba kepada Dede, yang sekarang telah yatim piatu itu.
       Setelah pemakaman selesai, Dede menulis:

Ayah...
Saya berjanji akan menepati tiga permintaan ayah
Ayah...
Mengapa ayah pergi begitu cepat?
Padahal saya sangat kesepian
Ayah...
Semoga kau tenang disana
Semoga kau diberi tempat yang tenang
Semoga kau berada di Surga
Ayah...
Jika ini yang terakhir
Izinkan aku untuk bertemu denganmu
Walau itu hanya dalam mimpi...

10 tahun Kemudian...

      Dede telah dewasa.Dede telah memiliki perusahaan sendiri.Selama ini ia bertahan hidup dengan kerja keras dan semua itu membuahkan hasil.Dede telah menepati 3 permintaan ayahnya tersebut.Tapi, tetap saja Dede kesepian, ia tak punya keluarga lagi.Dede tetap akan mengenang ayahnya.Dede tau, jika ia telah meninggal nanti, ia ingin bertemu ayahnya di Surga, Dede tau ayahnya adalah orang yang baik dan beriman.Sekali lagi Dede berucap..."Ayah...Jika ini yang terakhir, izinkan aku untuk bertemu denganmu , walau itu hanya dalam mimpi..."

Cerita Terkait: Puisi Untuk Ibu

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here