Sunday, April 3, 2011

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

                                         Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.Kerajaan ini didirikan oleh Malik as-saleh.Sebelum menganut agama islam, ia bernama Marah Sile atau Merah Selu, putra Marah Gajah, bangsawan dari Persia.(Marah merupakan gelar para bangsawan di Pasai).
Kerajaan Samudra Pasai terletak di muara Sungai Peusangan di pesisir timur Aceh.Pada masa pemerintahan Malik as-Saleh, kerajaan Samudra Pasai berkembang menjadi bandar-bandar besar dan penting artinya bagi perdangangan mancanegara.Kerajaan Samudra Pasai dapat berkembang menjadi besar karena terletak di jalur lalu lintas pelayaran dan perdangangan dunia, yakni di perairan Selat Malaka.Oleh karena itu, banyak pedagang-pedagang dari India, Gujarat, Arab, dan Cina datang ke Samudra Pasai.
Berkat kemajuan perdagangan, Samudra Pasai akhirnya menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat.Untuk memperluas pengaruhnya, Sultan Malik as-Saleh berusaha menguasai daerah-daerah pedalaman.Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain: Tamiang, Balek Bimba, Samer Langga, Simpang Bulah Telang, Perlak dan Takus.Daerah-daerah tersebut akhirnya menganut agama Islam.Setelah Sultan Malik as-Saleh wafat, ia dimakamkan di Samudra.Diatas makamnya dibangu batu nisan yang berciri agama islam.Batu nisan inilah yang menjadi petunjuk bagi kita bahwa Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Pengganti Sultan Malik AL Saleh adalah putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik at-Thahir.Pada masa pemerintahannya, singgah seorang musafir dari Maroko bernama ibn Battuta, dalam perjalanannya dari Delhi ke Cina.Sultan Malik at-Tahrir kemudian digantikan oleh Sultan Mahmud Malik az-Zahrir.Tetapi pada masa pemerintahannya, kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran.Adiknya yang bernama Mansur Malik az-Zahrir memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah.
Pada tahun 1521, Kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun, kemudian tahun 1524, dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh.Selanjutnya, Samudra Pasai berada di bawah kekuasaan Aceh.Selanjutnya, Samudra Pasai berada dibawah kekuasaan Aceh.
Sebagai kerajaan maritim, perekonomian Kerajaan Samudra Pasai mengandalkan pelayaran dan perdagangan.Letaknya yang strategis di gerbang Selat Malaka membuat kerajaan ini menjadi penghubung antara pusat-pusat perdagangan kepulauan Indonesia dengan Asia Barat, India dan Cina.Kerajaan ini, misalnya mengandalkan pajak pada kapal dagang asing yang melewati perairan di wilayah kekuasaanya.
Letak:
muara Sungai Peusangan di pesisir timur Aceh
Sumber Sejarah:
Buku Sejarah untuk SMP kelas VII
Kejayaan/Perkembangan:
Berkat kemajuan perdagangan, Samudra Pasai akhirnya menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat.Untuk memperluas pengaruhnya, Sultan Malik as-Saleh berusaha menguasai daerah-daerah pedalaman.Daerah-daerah yang berhasil dikuasai antara lain: Tamiang, Balek Bimba, Samer Langga, Simpang Bulah Telang, Perlak dan Takus.Daerah-daerah tersebut akhirnya menganut agama Islam.Setelah Sultan Malik as-Saleh wafat, ia dimakamkan di Samudra.Diatas makamnya dibangu batu nisan yang berciri agama islam.Batu nisan inilah yang menjadi petunjuk bagi kita bahwa Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Peristiwa Penting:
Pengganti Sultan Malik AL Saleh adalah putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik at-Thahir.Pada masa pemerintahannya, singgah seorang musafir dari Maroko bernama ibn Battuta, dalam perjalanannya dari Delhi ke Cina.Sultan Malik at-Tahrir kemudian digantikan oleh Sultan Mahmud Malik az-Zahrir.Tetapi pada masa pemerintahannya, kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran.Adiknya yang bernama Mansur Malik az-Zahrir memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah.
Keruntuhannya:
Pada tahun 1521, Kerajaan Samudra Pasai dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun, kemudian tahun 1524, dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh.Selanjutnya, Samudra Pasai berada di bawah kekuasaan Aceh.Selanjutnya, Samudra Pasai berada dibawah kekuasaan Aceh.
Perjanjian:
-
Kerajaan Malaka
Pada masa kejayaannya, Kerajaan Malaka merupakan pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara.Perkembangan Kerajaan Malaka di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya tidak dapat dipisahkan dengan posisi dan letaknya yang strategis dalam aktifitas pelayaran dan perdangangan pada masa itu.
Iskandar Syah.
Pada awal abad ke-15 M, terjadi perang saudara di Kerajaan Majapahit.Perang itu dikenal dengan sebutan Perang Paregreg.Dalam peperangan tersebut, seorang pangeran Kerajaan Majapahit yang bernama Paramiora diiringi para pengikutnya melarikan diri dari daerah Blambangan ke Tumasik (Singapura).
Daerah Tumasik dianggap kurang aman dan kurang sesuai untuk mendirikan kerajaan.Daerah tersebut menjadi sarang dan tempat persembunyian bajak laut.Karena itu, Paramisora beserta pengikutnya melanjutkan perjalanannya ke arah utara sampai di Semenanjung Malaya.
Di daerah itu, Paramisora membangun sebuah kampung bersama para pengikutnya dengan dibantu oleh para petani dan nelayan setempat.Perkampungan itu diberi nama Malaka.Daerah perkampungan yang baru dibangun itu mengalami perkembangan yang cukup pesat karena letaknya yang strategis, yaitu di tepi jalur pelayaran dan perdagangan Selat Malaka.
Dalam dunia perdagangan, Malaka berkembang sebagai penghubung antara dunia Timur.Perkembangan yang sangat pesat itu mendorong Paramisora untuk membangun sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Malaka.Ia langsung menjadi rajanya.
Aktifitas perdagangan di Selat Malaka pada waktu itu didominasi oleh pedagang Islam.Mereka hanya melakukan aktifitas perdagangan pada bandar-bandar perdagangan Islam.Untuk itu, Paramisora memutuskan menganut agama Islam.Ia menganti namanya menjadi Iskandar Syah dan menjadikan Kerajaaan Malaka sebagai kerajaan Islam.Untuk menjaga keamanan Kerajaan Malaka, Iskandar Syah meminta bantuan kepada Kaidar Cina dengan menyatukan takluk kepadanya (1405 M).
Iskandar Syah berhasil meletakkan dasar-dasar dari Kerajaan Malaka.Ia mengembangakan Malaka menjadi kerajaan penting di Selat Malaka.Ia memerintah Malaka dari tahun 1396-1414 M.
Muhammad Iskandar Syah
Setelah Iskandar Syah meniggal, tahta Kerajaan Malaka dipegang oleh putranya yang bernama Muhammad Iskandar Syah.Ia memerintah Malaka dari tahun 1414-1424 M.Di bawah pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kerajaan Malaka diperluas hingga mencapai seluruh wilayah Semenanjung Malaya.
Untuk memajukan perekonomian, Muhammad Iskandar Syah berupaya menjadikan Kerajaan Malaka sebagai penguasa tunggal jalur pelayaran perdagangan di Kerajaan Malaka.Untuk mencapai usahanya itu, ia harus dapat menguasai Kerajaan Samudra Pasai.Namun demikian, menyerang Kerajaan Samudra Pasai merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan, mengingat pasukan perang Kerajaan Samudra Pasai jauh lebih kuat dibandingkan Kerajaan Malaka.Oleh karena itu, Muhammad Iskandar Syah memilih jalan melalui perkawinan politik dengan cara menikahi putri Kerajaan Samudra Pasai.
Melalui perkawinannya dengan putri Kerajaan Samudra Pasai ini, Muhammad Iskandar Syah berhasil mencapai cit-cita menguasai Selat Malaka.Di bawah pemerintahannya, pelayaran perdagangan di Selat Malaka semakin ramai.Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan Kerajaan Malaka dalam aktifitas perdagangan.
Mudzafat Syah
Setelah Mudzafat Syah berhasil menyingkirkan Muhammad Iskandar Syah dari tahta Kerajaan Malaka, ia langsung naik tahta menjadi Raja Malaka denagn bergelar sultan sehingga Mudfazat Syah merupakan raja pertama dari Kerajaan Malaka yang memakai gelar sultan.
Mudzafat Syah memerintah Malaka dari tahun 1424-1558 M.Pada masa pemerintahannya, terjadi serangan dari Kerajaan Siam.Serangan dilakukan dari darat maupun laut.Namun, semua serangan itu dapat digagalkan.Keberhasilan menggagalkan serangan dari Kerajaan Siam itu menambah pentingnya Kerajaan Malaka di Selat Malaka.Bahkan di bawah pemerintahan Sultan Mudzafat Syah, Kerajaan Malaka terus mengadakan perluasan ke daerah-daerah yang berada di sekitar Kerajaan Malaka seperti Pahang, Indragiri, dan Kampar.
Setelah Sultan Mudzafat syah meninggal dunia,tahta kerajaan Malaka diwariskan kepada Putranya yang bergelar Sultan Mansyur Syah.
Sultan Mansyur Syah
Mansyur Syah memerintah Malaka dari tahun 1458-1477 M.Dibawah pemerintahannya, Kerajaan Malaka mengalami kemajuan yang sangat pesat dan bahkan mencapai kejayaannya sebagai pusat perdagangan Agama Islam di Asia Tenggara.
Kejayaan yang dialami Kerajaan Malaka ini adalah berkat usaha dari Sultan Mansyur Syah.Dengan melanjutkan politik ayahnya, yaitu memperluas wilayah kekuasaanya, baik di Semenanjung Malaya maupun di wilayah Sumatra Tengah, seperti daerah Kampar yang ditaklukkan dan dijadikkan daerah jajahan, sehingga Siam berhasil dikuasai.Dalam suatu pertempuran Raja Siam tewas, sedangkan putra mahkotanya ditawan dan dibawa ke Malaka, selanjutnya dikawinkan dengan putri sultan sendiri dan diangkat menjadi raja dengan gelar ibrahim.Indragiri mengakui kekuasaan Malaka.
Walaupun Kerajaan Malaka semakin bertambah maju, tetapi Kerajaan Samudra Pasai tidak diserangnya.Jambi dan Palembang yang dilindungi oleh Kerajaan Samudra Pasai tidak diserangnya.Jambi dan Palembang dilindungi oleh Kerajaan Majapahit, terpaksa dihormati oleh Kerajaan Malaka.Kerajaan Batak, Aru (Haru) tetap sebagai kerajaan merdeka dan menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Malaka.
Pada masa pemerintahan Sultan Mansyus Syah, hidup seorang laksamana yang terkenal dalam membantu Sultan mengembangkan kerajaannya.Laksamana tiu bernama Hang Tuah.Hang Tuah berjasa besar dalam membantu Sultan mengembangkan Kerajaan Malaka.Informasi ini didapat dari sebuah cerita rakyat yang dikenal dengan nama Hikayat Hang Tuah.Kebesaran Hang Tuah sering disamakan dengan Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit.
Sultan Alaudin Syah
Pengganti Sultan Mansyur Syah adalah Sultan Alaudin Syah.Ia memerintah Malaka dari tahun 1477-1488 M dan mewarisi wilayah kekuasaan Kerajaan Malaka yang cukup luas.Perkembangan ekonomi kerajaan tetap stabil pada awal masa pemerintahannya.Namun, karena Sultan Alaudin Syah tidak secakap Sultan Mansyur Syah (ayahnya), maka kekuasaan Kerajaan Malaka mulai mengalami kemerosotan.Daerah-daerah yang dulu ditaklukkan oleh Mansyur Syah, satu persatu melepaskan diri dari Kerajaan Malaka.Setelah ia meniggal, tahta Kerajaan Malaka digantikan putranya yang bergelar Sultan Mahmud Syah.
Sultan Mahmud Syah
Sultan Mahmud Syah memerintah Malaka dari tahun 1488-1511 M.Dibawah pemerintahannya, Kerajaan Malaka merupakan kerajaan yang sangat lemah.Daerah kekuasaannya meliputi sebagian kecil Semenanjung Malaya.Keadaan ini menambah suramnya Kerajaan Malaka.Pada masa kekuasaannya muncul ekspedisi bangsa Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque dan berusaha merebut Kerajaan Malaka.Akhirnya, pada tahun 1511 Kerajaan Malaka jatuh ke tangan bangsa portugis.
Letak:
Selat Malaka (Semenanjung Malaya)
Sumber Sejarah
Buku Sejarah untuk SMA Kelas XI
Kejayaan/Perkembangan:
Dalam dunia perdagangan, Malaka berkembang sebagai penghubung antara dunia Timur.Perkembangan yang sangat pesat itu mendorong Paramisora untuk membangun sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Malaka.Ia langsung menjadi rajanya.
Aktifitas perdagangan di Selat Malaka pada waktu itu didominasi oleh pedagang Islam.Mereka hanya melakukan aktifitas perdagangan pada bandar-bandar perdagangan Islam.Untuk itu, Paramisora memutuskan menganut agama Islam.Ia menganti namanya menjadi Iskandar Syah dan menjadikan Kerajaaan Malaka sebagai kerajaan Islam.Untuk menjaga keamanan Kerajaan Malaka, Iskandar Syah meminta bantuan kepada Kaidar Cina dengan menyatukan takluk kepadanya (1405 M).
Iskandar Syah berhasil meletakkan dasar-dasar dari Kerajaan Malaka.Ia mengembangakan Malaka menjadi kerajaan penting di Selat Malaka.Ia memerintah Malaka dari tahun 1396-1414 M.
Peristiwa Penting:
Walaupun Kerajaan Malaka semakin bertambah maju, tetapi Kerajaan Samudra Pasai tidak diserangnya.Jambi dan Palembang yang dilindungi oleh Kerajaan Samudra Pasai tidak diserangnya.Jambi dan Palembang dilindungi oleh Kerajaan Majapahit, terpaksa dihormati oleh Kerajaan Malaka.Kerajaan Batak, Aru (Haru) tetap sebagai kerajaan merdeka dan menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Malaka.
Keruntuhannya:
Sultan Mahmud Syah memerintah Malaka dari tahun 1488-1511 M.Dibawah pemerintahannya, Kerajaan Malaka merupakan kerajaan yang sangat lemah.Daerah kekuasaannya meliputi sebagian kecil Semenanjung Malaya.Keadaan ini menambah suramnya Kerajaan Malaka.Pada masa kekuasaannya muncul ekspedisi bangsa Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque dan berusaha merebut Kerajaan Malaka.Akhirnya, pada tahun 1511 Kerajaan Malaka jatuh ke tangan bangsa portugis.
Perjanjian:
-
Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera.
Sumber sejarah: Buku Ilmu Pengetahuan Sosial

Perkembangan/ kejayaan :
                             Jatuhnya malaka dan pasai ke tangan portugis,mengakibatkan para pedagang di selat malaka mengalihkan kegiatannya ke pelabuhan aceh.Acehpun akhirnya berkembang pesat,dan setelah kuat kemudian melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan pedir dan berdiri sebagai wilayah yang merdeka. Sultan pertama sekaligus pendiri kerajaan aceh adalah sultan ali mughayat syah (1514-1528). Aceh mangalami masa kejayaan di bawah pemerintahan sultan Iskandar Muda (1607-1636). Aceh berusaha menguasai kembali daerah-daerah yang dulu di bawah pengaruhnya dan telah di rebut portugis. Bahkan aceh dapat menaklukan deli,johor,bontan,pahan,kedah,perak,nias, hingga tahu 1625. Daerah sepanjang pantai barat pulau sumatera dapat di kuasai pula ,seperti indrapura, silebar, tiku,salida dan periaman.

Peristiwa penting :
                   Pada tahun 1511, bangsa portugis menguasai malaka.dari malaka portugis kemudian menguasai samudera pasai . sejak saat itu, para pedagang islam mencari pelabuhan lain untuk menghindari portugis. Pelabuhan baru iti ialah aceh. Dari sinilah muncul sebuah kerajaan baru,yaitu KERAJAAN ACEH.

Keruntuhannya :
                   Kerajaan aceh terus-menerus mengalami kemunduran setelah sultan iskandar muda wafat, yang akhirnya menyebabkan keruntuhan aceh.

Perjanjian :
-
KERAJAAN DEMAK
Kerajaan Demak terletak di Demak Jawa Tengah .

Sumber Sejarah :
                   Buku ilmu pengetahuan sosial
Kejayaan /perkembangan :
                             Pada abad ke 16 muncul kerajaan islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan islam pertama di Pulau Jawa adalah kerajaan demak .
Pada abad ke 15, daerah pantai utara jawa tengah dan jawa timur ,termasuk demak ,sudah memeluk agama islam ,akan tetapi raja-rajanya tetap setia kepada majapahit.
Ketika kerajaan mejapahit runtuh akibat perang saudara pada tahun 1478,pusat kerajaan hindu berpindah ke keling dan akhirnya ke Daha Kediri . runtuhnya majapahit menyebabkan bangkitnya demak menjadi kerajaan islam pertama di pulau jawa .

Peristiwa penting :
                   Putra tertua Raden Patah adalah pangeran unus. Ia mejabat sebagai adipati di japara sehingga di kenal sebagai adipati unus . pangeran ini sangat terkenal di kalangan portugis ,sebab pada tahun 1513 adipati unus memimpin armada laut demak yang berjumlah ribuan tentara untuk merebut malaka dari tangan portugis . penyerangan ini mengalami kegagalan karena persenjataan portugis lebih kuat. Oleh karena usahanya yang gigih itu ia di juluki pangeran sebrang lor. Adipati unus memerintah kerajaan demak dari tahun 1518-1521.

Keruntuhannya :
                   Keruntuhan kerajaan demak di awali dengan wafatnya sultan trenggana pada tahun 1546. Karena terjadi perebutan tahta kerajaan. Aria penangsang , berhasil membunuh prawata (putra sultan trenggana) yang merasa lebih berhak atas tahta kerajaan. Aria penangsang sendiri berhasil di bunuh oleh hadiwijaya, adipati pajang dan menantu sultan trenggana. Kemudian pusat pemrintahan demak beserta alat kebesarannya di pindahkan ke pajang padab tahun 1568 . sejak saat itu tamatlah riwayat kerajaan demak dan berdirilah kerajan pajang .
Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang didirikan oleh Joko Tingkir.Setelah menjadi sultan, ia bergelar Hadiwijaya.Kerajaan Pajang merupakan kelanjutan dari kerajaan demak.Namun, usia kerajaan itu tidak begitu lama.Penyebabnya, pajangn membiarkan kota-kota dan wilayah pesisir memperkuat diri sehingga berani membangkang terhadap pajang.Umur pendek kerajaan pajang juga disebabkan oleh kemelut politik yang timbul setelah Hadiwijaya wafat.
Sepeninggal Hadiwijaya, terjadi perebutan kekuasaan antara Arya Pangiri, putera sunan prawoto dan pangeran benawa, putera hadiwijaya.Usaha Arya Pangiri dapat digagalkan oleh pangeran benawa berkat bantuan Sutawijaya, Adipati Mataram.
Karena kekacauan yang tidak kunjung reda, pangeran benawa merasa tidak mampu menggantikan tahta ayahnya.Lalu, ia menyerahkan kekuasaan kepada sutawijaya.Sutawijaya memindahkan pusaka kerajaan dari istana pajang ke mataram.Peristiwa itu menandai kerajaan pajang dan awal kerajaan mataram
Setelah hadiwijaya menduduki tahta kerajaan pajang, segera menghadiahkan daerah kotagede yogyakarta dan mengangkat Ki ageng pemanahan menjadi adipati di situ.Saat ki ageng pemanahan meninggal, jabatan adipati digantikan oleh anaknya, sutawijaya.Sementara itu, adipati demak diserahkan kepada pangeran aria pangiri.Sutawijaya yang menjadi adipati di Mataram (Yogyakarta) ingin menjadi raja dan berkuasa atas seluruh pulau jawa.
Sultan hadiwijaya wafat pada tahun 1582, kedudukan digantikan putranya, pangeran benowo berkuasa, aria pangiri berusaha merebut kekuasaan di pajang, namun dapat digagalkan atas bantuan sutawijaya.
Pangeran benowo memang tidak sanggup menggantikan kedudukan ayahnya sebagai sultan pajang, oleh karenanya ia menyerahkan tahta kerajaan kepada sutawijaya.Oleh sutawijaya, kerajaan pajang dipundahkan ke mataram pada tahun 1586.Berakhirlahriwayat pajang dan berdiri kerajaan mataram yang bercorak islam di yogyakarta.
Letak:
Surakarta, Jawa Tengah
Sumber sejarah:
Buku sejarah untuk smp kelas VII
Mari belajar ips untuk smp/mts kelas VII
Kejayaan/perkembangan:
Saat ki ageng pemanahan meninggal, jabatan adipati digantikan oleh anaknya, sutawijaya.Sementara itu, adipati demak diserahkan kepada pangeran aria pangiri.Sutawijaya yang menjadi adipati di Mataram (Yogyakarta) ingin menjadi raja dan berkuasa atas seluruh pulau jawa.
Peristiwa penting:
Sultan hadiwijaya wafat pada tahun 1582, kedudukan digantikan putranya, pangeran benowo berkuasa, aria pangiri berusaha merebut kekuasaan di pajang, namun dapat digagalkan atas bantuan sutawijaya.
Pangeran benowo memang tidak sanggup menggantikan kedudukan ayahnya sebagai sultan pajang, oleh karenanya ia menyerahkan tahta kerajaan kepada sutawijaya.Oleh sutawijaya, kerajaan pajang dipundahkan ke mataram pada tahun 1586.Berakhirlahriwayat pajang dan berdiri kerajaan mataram yang bercorak islam di yogyakarta.
Keruntuhannya:
Pangeran benowo memang tidak sanggup menggantikan kedudukan ayahnya sebagai sultan pajang, oleh karenanya ia menyerahkan tahta kerajaan kepada sutawijaya.Oleh sutawijaya, kerajaan pajang dipundahkan ke mataram pada tahun 1586.Berakhirlahriwayat pajang dan berdiri kerajaan mataram yang bercorak islam di yogyakarta.
Perjanjian:
-
Kerajaan Banjar
Dalam sistem pemerintahan Kerajaan Banjar, Sultan merupakan penguasa tertinggi yang dibantu oleh seorang mangkubumi atau patih yang bertindak sebagai kepala pelaksana pemerintahan.Jabatan mangkubumi dipegang oleh seorang bangsawan dari keluarga dekat raja.Dibawah jabatan mangkubumi terdapat jabatan-jabatan seperti menteri pangaman, mantri pengiwa, mantri bumi dan 40 orang mantri sikap.Sikap mantri memiliki 100 bawahan.Sementara itu, mantri pengiwa bertugas di bidang militer.
Mantri bumi dan mantri sikap bertugas mengurusi perbendaharaan istana dan pemasukan pajak sebagai penghasilan kerajaan.Mangkubumi mempunyai beberapa pembantu yang memiliki tugas khusus dan mereka digolongkan kedalam kelompok pengapit mangkubumi.Tugas khusus yang dimilikinya antara lain sebagai pemuka agama dengan jabatan penghulu, sedangkan petuga-petugas dan hakim istana adalah patih balit, patih kawin dan patih muhur.
Letak:
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Sumber sejarah:
Buku Sejarah untuk SMA Kelas XI
Kejayaan/perkembangan:
Sultan merupakan penguasa tertinggi yang dibantu oleh seorang mangkubumi atau patih yang bertindak sebagai kepala pelaksana pemerintahan.Jabatan mangkubumi dipegang oleh seorang bangsawan dari keluarga dekat raja.Dibawah jabatan mangkubumi terdapat jabatan-jabatan seperti menteri pangaman, mantri pengiwa, mantri bumi dan 40 orang mantri sikap.Sikap mantri memiliki 100 bawahan.Sementara itu, mantri pengiwa bertugas di bidang militer.
Peristiwa Penting:
Mantri bumi dan mantri sikap bertugas mengurusi perbendaharaan istana dan pemasukan pajak sebagai penghasilan kerajaan.Mangkubumi mempunyai beberapa pembantu yang memiliki tugas khusus dan mereka digolongkan kedalam kelompok pengapit mangkubumi.Tugas khusus yang dimilikinya antara lain sebagai pemuka agama dengan jabatan penghulu, sedangkan petuga-petugas dan hakim istana adalah patih balit, patih kawin dan patih muhur.
Keruntuhannya:
-
Perjanjian:
-
Kerajaan Makassar
Kerajaan makassar sebenarnya terdiri atas dua kerajaan, yakni kerajaan gowa dan tallo.Kemudian, kerajaan ini bersatu di bawah pimpinan raja gowa, yaitu daeng manrabbia.Setelah menganut islam, ia bergelat sultan Alauddin,Sedangkan raja tallo, yaitu Kraeng Mattoaya, menjadi mangkubumi.Bersatunya kedua kerajaan tersebut bersamaan dengan tersebarnya islam ke sulawesi selatan.Kerajaan bersatu itu kemudian memperoleh sebutan kesultanan makasar terletak di sombaopu.
Letak kerajaan makassar sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas perdagangan antara malaka dan maluku.Letak yang strategis itu sudah barang tentu menarik minat pedagang untuk singgah di sombaopu.Dalam waktu singkat, makassar berkembang manjadi salah satu bandar penting di wilayah timur Indonesia.
Allauddin
Allaudin adalah raja pertama sejak kerajaan maksar terbentuk.Dibawah pemerintahannya, makassar mulai menempatkan diri sebagai salah satu pusat perdangan di nusantara.Ia sangat memperhatikan pengembangan pelayaran dan perdagangan.Pengembangan itu membawa kemakmuran bagi rakyat makassar.
Sultan Hasanuddin
Hasanuddin adalah raja yang berhasil membawa makassar pada puncak kejayaannya.Makassar memperluas kekuasaan ke seluruh sulawesi selatan.Kemudian, dalam rangka memantapkan posisinya sebagai pusat perdagangan, makassar menanamkan pengaruhnya ke nusa tenggara beradan di bawah kekuasaan makassar.
Keadaan itu mengkhawatirkan VOC Belanda yang berkedudukan di Ambon.Kapal-kapal VOC tidak bisa leluasa lagi berlayar ke bagian barat Indonesia karena harus melalui perairan yang dikuasai makassar.Disamping tiu, VOC pun berambisai mengambil alih posisi makassar sebqagai pusat perdagangan di bagian timur indonesia.Dengan kata lain, VOC berupaya memblokir pelabuhan sombaopu dan mencegat perahu makassar yang mengangkut barang-barang dagangan.Namun, usaha ini tidak berhasil karena perahu-perahu makassar dapat lolos dari blokade tersebut.Bahkan, pasukan maksar sempat menyerang kedudukan VOC di Ambon meskipun tidak merebutnya.
Makassar mulai terdesak setelah VOC menjalain kerja sama dengan raja bone, aru palaka.Akhirnya, VOC dapat menanamkan pengaruhnya di Makassar melalui Perjanjian Bongaya.Isi perjanjian itu antara lain sebagai berikut:
·        Makasar melepasakan beberapa wilayah strategis kepada VOC.
·        VOC berhak memegang perdagangan monopoli di Makasar
·        VOC diijinkan mandirikan benteng pertahanan di Makasar (Fort Rotterdam).
Meskipun sebagai pihak yang kalah, sultan hasanuddin disegani oleh VOC karena keberaniannya.Ia dijuluki De Haan Van De Osten, yang berarti “Ayam Jantan dari Timur”.
Mapasomba
Sultan Hasanuddin digantikan oleh puteranya, Mapasomba.Seperti ayahnya, ia bersikap menentang terhadap kehadiran VOC di makassar.Bahkan, lebih keras dari ayahnya.Akan tetapi, sikapnya itu dilakukan tanpa perhitungan.Adanya fort rotterdam membuat kekuatan militer VOC amat tangguh, sedangkan pasukan makassar tidak sekuat dulu.Akibatnya, dengan mudah pasukan makassar dikalahkan.Sejak saat itu, VOC berkuasa sepenuhnya atas Kerajaan Makassar.
Pada awal abad ke-16, di sulawesi selatan terdapat banyak kerajaan yang menurut tome pires jumlahnya ada 50 yang masih menganut berhala.Diantara kerajaan di sulawesi yang terkenal adalah kerajaan gowa dan tallo, ajo, soppeng dan kerajaan luwu.
Penyebaran islam di makasar dirintis oleh para pedagang muslim dari mingkabau, johor dan dan melayu.Keterbukaan raja gowa dan tallo mempercepat proses penyebaran islam di makassar.
Pada tahun 1605, raja gowa dan raja tallo masuk islam, dan selanjutnya diikuti kerajaan-kerajaan lain, yaitu wajo pada 1610, dan bone pada tahun 1611.Kerajaan gowa dan kerajaan tallo lazim disebut kerajaan makassar.Raja makasar yang pertama adalah sultan Hasanuddin (1591-1639), yang pengaruhnya sampai sumbawa, bima, manado, gorontalo, dan tomini, kemudian Muhammad Said (1654-1660)
Letak:
Letak kerajaan makasar sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas perdagangan antara malaka dan maluku
Sumber Sejarah:
Buku sejarah untuk smp kelas VII
Buku mari belajar ips untuk smp/mts VII
Kejayaan/perkembangan:
Hasanuddin adalah raja yang berhasil membawa makasar pada puncak kejayaannya.Makasar memperluas kekuasaan ke seluruh sulawesi selatan.Kemudian, dalam rangka memantapkan posisinya sebagai pusat perdagangan, makasar menanamkan pengaruhnya ke nusa tenggara beradan di bawah kekuasaan makasar.
Keadaan itu mengkhawatirkan VOC Belanda yang berkedudukan di Ambon.Kapal-kapal VOC tidak bisa leluasa lagi berlayar ke bagian barat Indonesia karena harus melalui perairan yang dikuasai makasar.Disamping tiu, VOC pun berambisai mengambil alih posisi makasar sebqagai pusat perdagangan di bagian timur indonesia.Dengan kata lain, VOC berupaya memblokir pelabuhan sombaopu dan mencegat perahu makasar yang mengangkut barang-barang dagangan.Namun, usaha ini tidak berhasil karena perahu-perahu makasar dapat lolos dari blokade tersebut.Bahkan, pasukan maksar sempat menyerang kedudukan VOC di Ambon meskipun tidak merebutnya.
Peristiwa penting:
Makasar mulai terdesak setelah VOC menjalain kerja sama dengan raja bone, aru palaka.Akhirnya, VOC dapat menanamkan pengaruhnya di Makassar melalui Perjanjian Bongaya
Keruntuhannya:
Sultan hasanuddin digantikan oleh puteranya, mapasomba.Seperti ayahnya, ia bersikap menentang terhadap kehadiran VOC di makassar.Bahkan, lebih keras dari ayahnya.Akan tetapi, sikapnya itu dilakukan tanpa perhitungan.Adanya fort rotterdam membuat kekuatan militer VOC amat tangguh, sedangkan pasukan makasar tidak sekuat dulu.Akibatnya, dengan mudah pasukan makasar dikalahkan.Sejak saat itu, VOC berkuasa sepenuhnya atas Kerajaan Makassar.

Perjanjian:
Perjanjian Bongaya

·        Makassar melepasakan beberapa wilayah strategis kepada VOC.
·        VOC berhak memegang perdagangan monopoli di Makassar
·        VOC diijinkan mandirikan benteng pertahanan di Makassar (Fort Rotterdam).

KERAJAAN MATARAM ISLAM
Letak :
Letak daerah Kerajaan Mataram Islam adalah daerah Jawa Tengah bagian Selatan dengan pusatnya kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Jogyakarta sekarang .
Sumber Sejarah :
SEJARAH UNTUK SMP KELAS VII
Perkembangan dan Peristiwa Penting :
Setelah Hadiwijaya meninggal, Sutawijaya memindahkan pusaka kerajaan dari Pajang ke Matram. Pindahnya pusaka kerajaan menunjukkan bahwa pusat Pemerintahan Jawa kini ada di Mataram .
Penembahan Senopati
Penembahan Senopati adalah gelar dari Sutawijaya setelah menjadi sultan. Masa pemerintahan Senopati adalah masa perjuangan. Ia bercita-cita menjadikan Mataram sebagai pusat kekuasaan di Jawa. Ia selalu berada di medan  perang. Untuk menaklukkan daerah yang akan ditaklukannya, ia di bantu oleh pamannya, Ki Juru Mertani. Ia menjadi penasehat sekaligus panglima.
Panembahan Seda Krapyak
Setelah penembahan Senopati wafat, tahta Mataram beralih kepada puteranya, . Mas Jolang.  Ia bergelar Sultan Anyokrowati. Cita-cita perjuangan menjadikan Mataram sebagai pusat kekuasaan Jawa tetap dilanjutkan. Namun, perjuangan itu menjadi semakin sulit karena banyak terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh para Bupati Pesisir. Mereka ingin melepaskan diri dari Kerajaan Mataram. Suatu pulang dari pertempuran, Mas Jolang wafat di desa Krapyak, Jawa Timur. Itulah sebabnya, ia dikenal sebagai Panembahan Seda Krapyak.
Sultan Agung Hanyokrokusumo
Mas Jolang digantikan oleh putranya Raden Rangsang, yang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo. Cita-cita perjuangan tetap dilanjutkan. Dibawah pimpinannya, daerah yang selama ini sulit ditaklukkan, dapat direbut. Daerah yang sulit ditaklukkan selama pemarintahan Sultan Agung adalah bagian Barat Jawa Barat. Daerah strategis di kawasan itu adalah Banten. Namun ketika itu, sudah muncul kekuatan baru di Jayakarta, kekuatan baru itu adalah VOC Belanda. Kehadiran VOC merupakan kendala bagi cita-cita Mataram. Mataram pernah melakukan dua kali serangan ke Jayakarta. Serangan pertama di lancarkan tahun 1628. Serangan kedua dilancarkan tahun 1629. Kedua duanya gagal. Kegagalan itu bukan disebabkan oleh ketangguhan VOC, melainkan lebih karena kurangnya persiapan logistik.
Amangkurat I
Setelah Sultan Agung meninggal, tahta Mataram beralih pada putranya, Amangkurat I. Pada masa pemerintahannya, Amangkurat I mengadakan kerja sama dengan VOC Belanda. Persekutuan dagang Belanda itu diperbolehkan mendirikan benteng di Mataram. Semasa pemerintahan Amangkurat I, meletus pemberontakan trunojoyo. Peberontakan yang dipicu oleh kesewenang-wenangan VOC itu hampir saja merebut istana Mataram. Dengan bantuan VOC, pemberontakan dapat dipadamkan namun raja terluka dalam pertempuran lalu wafat.

Keruntuhan :
Amangkurat II
Kejayaan Mataram semakin menurun di masa pemarintahan Amangkurat II. Satu demi satu wilayah Mataram dikuasai oleh VOC. Kemudian, raja memindahkan pusat pemerintahan dari Mataram ke Kartasura. Ditempat yang baru, ia mejalankan pemerintahan sampai ia wafat.

Perjanjian :
Pada tahun 1755, dengan campur tangan VOC, kerajaan Mataram di bagi menjadi dua wilayah, melalui perjanjian Giyanti.
·         Kesultanan Yogyakarta, atau Ngayogyakarta Hadiningrat, diperintah oleh Mengkubumi dengan gelar Sultan Hamengkubowono I
·         Kasuhunan Surakarta, atau kasunanan Surakarta, diperintah oleh Susuhunan Pakubowono III .
Pada tahun 1757, kembali dengan campur tangan VOC, Mataram terpecah belah lagi, melalui perjanjian Sala Tiga. Mataram menjadi kerajaan-kerajaan kecil sebagai berikut
·        Kesultanan Yogyakarta.   
·        Kesunanan Surakarta.
·        Kerajaan Paku Alam.
·        Kerajaan Mangkunegara.
Kerajaan Ternate

Letak :
Maluku.

Sumber sejarah :
SEJARAH UNTUK SMP KELAS VII

Perkebangan dan Peristiwa Penting :
Kerajaan tertua di Maluku sebanarnya Jailolo, tetati karena kekurangan penduduk akhirnya tidak dapat berkembang. Disamping kerajaan Jailolo ada kerajaan Tidore, Bacan, Obi, dan Ternate. Diantara kerajaan-kerajaan itu, yang paling berkembang adalah Ternate.Kerajaan itu kaya akan hasil rempah-rempah sehingga banayk menarik pedagang.
Persaingan Ternate
Kemajuan Ternate itu rupanya tidak menyenangkan kerajaan-kerajaan lainnya. Kemudian kerajaan-kerajaan yang tidak senang tersebut bersatu dan berperang melawan Ternate. Perang itu tidak lama karena kemudian keempat kerajaan itu berdamai dengan Ternate di Pulau Motir . Perdamaian itu mencapai kesepakatan mengenai urutan setiap kerajaan . Jailolo menempati urutan pertama , disusul Ternate , Tidore , Bacan , dan Obi . Urutan itu kemudian berubah , dengan Ternate sebagai urutan pertama kembalinya Ternate sebagai kerajaan terkemuka membuat kesepakatan di Motir tidak di indah kan lagi .Konflik antar kerajaan muncul lagi . Masing masing kerajaan memebentuk persekutuan yang dipimpin oleh Ternate dan Tidore . Persekutuan yang di pimpin oleh Ternate terdiri atas lima daerah ,yaitu Ternate , Obi , Bacan , Seram , dan Ambon yang disebut Uli Lima (Persekutuan Lima. Persekutuan yang dipimpin oleh Tidore terdiri atas sembilan daerah, yaitu Makayan, Jailolo, Soe-Siu dan pulau-pulau Halmahera sampai bagian Barat Papua yang disebut Uli Siwa (Persekutuan Sembilan).
Zainal Abidin
Pada abad ke-15 M, agam Islam mulai di kenal oleh penduduk Ternate. Tokoh penyebar agama Islam adalah para pedagang Islam dari Gresik dan Tuban. Pada tahun-tahun 1486 raja Ternate, Zainal Abidin memeluk agama Islam. Ia sempat belajar di pesantren Gresik.
Tabariji
Sultan Tabariji adalah rajaTernate setelah sultan Zainal Abidin. Pada masa pemerinthannya, armada Portugis tiba di Ternate. Portugis diijinkan mendirikan benteng di Ternate dengan alasan untuk melindungi Ternate. Sementara itu, datang pula armada Spanyol dan diterima baik oleh Tidore. Kehadiran Portugis dan Spanyol memperuncing persaingan antara Ternate dan Tidore. Alasannya, Portugis dan Spanyol juga bersaing menanamkan pengaruh di Maluku,bahkan di seluruh dunia. Akibatnya, pecah perang Ternate yang didukung Portugis dan Tidore yang di dukung Spanyol. Perang itu dimenangkan oleh Ternate.

Keruntuhan :
Khairun
Sultan Khairun adalah pengganti Sultan Tabariji. Terusirnya Spanyol membuat Portugis membuat Portugis bertindak sewenang-wenang memaksakan monopoli perdagangan. Sikap tersebut mengundang tentangan rakyat Ternate. Bersama rakyat Ternate, Sultan Khairun menyerang benteng Portugis. Benteng itu dapat di rebut. Untuk memperkuat kedudukan di Maluku, Portugis menambah kekuatan militer yang dikirim dari Malaka. Kemudian, Portugis dapat memaksa Ternate untuk berdamai. Perdamaian itu tidak berlangsung lama karena kecenderungan Portugis untuk memaksakan Monopoli perdagangannya. Sultan Khairun kembali memberontak bersama rakyat Ternate. Untuk mengatasi pemberontakan itu, Portugis bersiasat mengundang Sultan Khairun ke dalam benteng untuk berdamai. Ternyata, secara licik Sultan Khairun di bunuh di tempat itu.

Kejayaan :
Baabullah
Sultan Baabullah adalah pengganti Sultan Khairun. Pada tahun 1575, benteng Portugis di Ternate dapat direbut. Bahkan, dua tahun berikutnya, Portugis sama sekali terusir dari bumi Maluku. Kemerdekaan Ternate itu tidak berlangsung lama. Sejak tahun 1605, VOC dari Belanda menduduki Ambon.
Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon atau Kesultanan cirebon adalah Kerajaan Islam  pertama di Jawa Barat . Kerajaan ini di dirikan oleh Sunan Gunung jati . Pada mulanya, Cirebon merupakan sebuah daerah kecil di bawah kekuasaan pakuan pajajaran. Raja pajajaran menempatkan seorang juru labuhan di sana bernama pangeran Walangsungsang . Tokoh ini masih kerabat raja pajajaran . Ketika berasil memajukan Cirebon , pangeran Walangsungsang telah menganut agama Islam . Akan tetapi , tokoh yang berasil menjadikan Cirebon sebagai sebuah kerajaan adalah Syarif Hidayatullah , atau yang terkenal sebagai Sunan Gunung Jati . Dialah sebagai pendiri dinasti raja – raja Cirebon dan Banten .
         Karena kedudukanya sebagai slah satu wali sang , Sunan Gunung Jati sangat di hormati oleh raja raja lain di Jawa , seperti Demak dan Panjang . Itulah sebabya , ketika Demak lalu Mataram bermaksud mengusai Pulau Jawa , Cirebon tetap di biarkan merdeka .
          Dari Cirebon , Sunan Gunung Jati mengembangkan Islam ke daerah – daerah lain di Jawa Barat , seperti Majalengka , Kuningan , Kawali (Galuh ) , Sunda Kelapa , dan Banten . Kuhsus di Banten , ia berasil meletakan dasar bagi pengembangan agama Islam dan perdagangan .
          Sunan Gunung Jati di gantikan oleh penambahan Ratu . Pewaris tahta Cirebon selanjutya adalah penambahan Giri layar . Dapat dikatakan , ia adalah penguasa kesultanan Cirebon yang terakhir . Setelah itu , Kesultanan Cirebon terbagi menjadi kesepuluh dan Kanoman .
Letak:
Cirebon, Jawa Barat
Sumber Sejarah:
Buku sejarah untuk smp kelas VII
Kejayaan/Perkembangan:
         Karena kedudukanya sebagai slah satu wali sang , Sunan Gunung Jati sangat di hormati oleh raja raja lain di Jawa , seperti Demak dan Panjang . Itulah sebabya , ketika Demak lalu Mataram bermaksud mengusai Pulau Jawa , Cirebon tetap di biarkan merdeka .
Peristiwa Penting:
Dari Cirebon , Sunan Gunung Jati mengembangkan Islam ke daerah – daerah lain di Jawa Barat , seperti Majalengka , Kuningan , Kawali (Galuh ) , Sunda Kelapa , dan Banten . Kuhsus di Banten , ia berasil meletakan dasar bagi pengembangan agama Islam dan perdagangan
Keruntuhannya:
          Sunan Gunung Jati di gantikan oleh penambahan Ratu . Pewaris tahta Cirebon selanjutya adalah penambahan Giri layar . Dapat dikatakan , ia adalah penguasa kesultanan Cirebon yang terakhir . Setelah itu , Kesultanan Cirebon terbagi menjadi kesepuluh dan Kanoman .
Perjanjian:
-


Kerajaan Banten
 Setelah meletakkan dasar bagi pengembangan agama , perdagangan , dan kerajaan islam di Banten , Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah kembali ke Cirebon .
Hasanuddin
     
         Semasa Sunan Gunung Jati memerintah , Banten menjadi wilayah bawahan Demak . Tetapi semasa pemerintahan Hasanuddin , Banten melepaskan diri dari Demak menjadi kerajaan merdeka . Itulah sebenarya , Hasanuddin dianggap sebagai pendiri dan raja pertama kerajaan Islam Banten .
            Di bawah pimpinanya , Banten berkembang pesat , dan banyak dikunjungi pedagang –pedagang asing , baik dari wilayah Nusantara maupun negeri lain , seperti Gujarat , Persia ,Cina ,turki, Pegu (Selatan Myanmar ) , dan keling .  Kampung Keling , Kampung Arab , Kampung Pekojan , Kampung Jawa , dan Kampung Melayu .

 Panembahan Yusuf  
 
           Setelah Hasanuddi, pemerintahan Banten di teruskan oleh Penembahan Yusuf . Ia memperhatikan peningkatan pertaian dan perdagangan . Setelah suatu upayanya adalah merebut pakuan pajajaran . Benteng terakhir kerajaan Hindu di Pulau Jawa itu berhasil ditaklukkan . Setelah 10 tahun memerintah , Penembahan Yusuf wafan karna jatuh sakit .

Maulana Muhamad
        Setelah penembahan Yusuf , pemerintahan Banten diteruskan oleh maulana muhamad . Karna masih berumur 9 tahun , pemerintaha di jadikan oleh Mangkubumi sampai raja siap memerintah . Maulana Muhamad memerintah Banten dengan gelar kanjeng ratu Banten .
          Maulana Muhamad di gantikan oleh Abu “ Mukafir . Berita mengenai raja ini tidak banyak , kecuali kecuali kedatangan orang belanda untuk pertama kalianya di indonesia di di bawah pimpinan Cornelis de Houtman .

Sultan Ageng Tirtayasa
            Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta menggantikan Abu ‘ ma ‘ ali .
Di bawah pimpinanya , Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan .
Raja tersebut menolak kemauan VOC untuk menerapkan mono poli .
Jarak antara Banten dan Batavia yang dekat membuka pluang meletusya konflik sewaktu –waktu . Konflik dapat berupa perampokan , pengrusakan , bahkan pertempuran Misalya , rakyat Banten membuat VOC kewalahan dengan mengadakan pengrusakan terhadap perkebunan tebu milik VOC .
 Karena dibentuk oleh VOC , Sultan Ageng Tirtayasa terdesak dan tertangkap . Peristiwa kemenangan sultan Haji menandai berakhirya kejayaan Kerajaan Banten . Setelah itu , Banten berada di bawah pengaruh VOC .
Letak:
Banten, Jawa Barat
Sumber Sejarah:
Buku sejarah untuk smp kelas VII
Kejayaan/Perkembangan:
            Di bawah pimpinanya , Banten berkembang pesat , dan banyak dikunjungi pedagang –pedagang asing , baik dari wilayah Nusantara maupun negeri lain , seperti Gujarat , Persia ,Cina ,turki, Pegu (Selatan Myanmar ) , dan keling .  Kampung Keling , Kampung Arab , Kampung Pekojan , Kampung Jawa , dan Kampung Melayu .
Peristiwa Penting:
Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta menggantikan Abu ‘ ma ‘ ali .
Di bawah pimpinanya , Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan .
Raja tersebut menolak kemauan VOC untuk menerapkan mono poli .
Jarak antara Banten dan Batavia yang dekat membuka pluang meletusya konflik sewaktu –waktu . Konflik dapat berupa perampokan , pengrusakan , bahkan pertempuran Misalya , rakyat Banten membuat VOC kewalahan dengan mengadakan pengrusakan terhadap perkebunan tebu milik VOC .
 Karena dibentuk oleh VOC , Sultan Ageng Tirtayasa terdesak dan tertangkap . Peristiwa kemenangan sultan Haji menandai berakhirya kejayaan Kerajaan Banten . Setelah itu , Banten berada di bawah pengaruh VOC .
Keruntuhannya:
Semasa Sunan Gunung Jati memerintah , Banten menjadi wilayah bawahan Demak . Tetapi semasa pemerintahan Hasanuddin , Banten melepaskan diri dari Demak menjadi kerajaan merdeka . Itulah sebenarya , Hasanuddin dianggap sebagai pendiri dan raja pertama kerajaan Islam Banten.
Perjanjian:
-
~*Selesai*~

No comments:

Post a Comment

Powered By Blogger
cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here