Wednesday, February 2, 2011

Seperti Bintang series 4

    Aku berniat sore ini untuk mengajak Tina ke taman kota.Sudah lama aku tidak menghirup udara segar.Kebetulan rumahku dekat dengan rumah Tina, jadi aku tak perlu jalan kaki terlalu jauh.
    Akhirnya aku sampai juga di rumah Tina, aku ketuk pintu rumahnya dan aku memberi salam, Assalamualaikum....
Tina pun keluar.Wa'alaikum salam, "Ya, ada apa, Rin?"katanya."Hmm...Tin, kamu mau gak ke taman kota?Kita kan udah lama gak kesana.Kamu masih ingat kan, waktu kita ke taman kota dulu?"kataku tersenyum."Ya, aku ingat, sebaiknya kita segera kesana sekrang juga."Tapi aku minta izin Ibuku dulu, ya?".
        Setelah Tina meminta izin ibunya, aku dan Tina langsung menuju taman kota.Taman kota tak jauh dari sini, jalan kaki sebentar saja juga sampai.
       "Akhirnya kita sampai juga disini, "kata Tina."Ya, kita memang sudah lama tak kesini lagi, tapi tempatnya masih belum berubah, ya, masih sama tapi bunga-bunganya sedikit bertambah jenisnya," kata aku.Aku jadi ingat, dulu aku juga sering ke sini bareng Tina, aku senang melihat bunga-bunga yang bermekaran disini.Aku suka taman disini karena tempatnya luas, kataku dalam hati.
     Kami ke sini karena ingin menghirup udara yang sejuk.Sore akan berganti malam.Aku pun segera mengajak Tina untuk pulang.
     Diperjalanan menuju rumahnya, aku  berkhayal, aku ingin selalu bersahabat bersama sahabatku.Karena aku tak punya sahabat selain dirinya.
     Setelah sampai dirumah, aku menonton DVD, film yang kutonton berjudul "Sahabat sejati setia untuk salamanya.Film ini selesai sampai 2 jamlah, kira-kira.Film ini menceritakan seseorang yang mempunyai sahabat yang sangat baik, walau banyak rintangan menghadang, mereka tetap bersahabat akrab.Sampai suatu ketika, maut mengantarkan mereka dalam waktu yang bersamaan.Mereka meninggal pada waktu sedang upacara bendera di sekolah.
    Jalan ceritanya cukup sedih, air mata pun berjatuhan di pipiku.Film ini akan selesai 1 jam lagi, kataku sambil melirik jam.Setelah lama menonton, film itu selesai juga, aku jadi menangis karena film itu ceritanya sedih juga.
     Tapi kalau dipikir-pikir, kok ada ya, orang meninggal bareng-bareng kayak gitu?tapi biarin aja, deh, kataku dalam hati.
     Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 18.00.Pengumuman cerpen di majalah masih seminggu lagi, aku berharap supaya cerpen itu diterbitkan.Tina pernah berkata kepadaku, "kita harus berkarya demi cita-cita kita, dan jangan pernah takut untuk meraihnya, karena bila kita berusaha, semua pasti akan baik-baik saja.Aku telah bersahabat dengan Tina sejak TK A sampai sekarang, berarti aku sudah bersahabat dengannya sudah kurang lebih 6 tahunan.Lama juga, ya?
      Dari pada tak ada kerjaan, aku membuka internet dan menulis blogku.Kali ini entri yang kubuat berjudul Kata-kata Mutiara dari aku buat kamu. Di blog aku tertulis, sesuatu yang kecil dapat menjadi besar, tetapi kita harus memiliki perbuatan yang baik, hal kecil dapat menjadi besar karena kita sendiri juga.Mimpi dapat menjadi nyata, bila kau percaya.Tak ada salahnya kita berangan-angan kalau sudah besar ingin jadi apa, karena mimpi adalah kunci dari segala yang akan terjadi kepada kita.Ya, cuma itu saja yang kutulis, karena hari sudah malam, aku pun akhirnya tertidur juga.
    Ditidurku, aku bermimpi, di mimpi itu ada nenek-nenek yang berpakaian lusuh.Nenek-nenek itu berkata, "Cu, tolong Nenek, Cu, nenek sudah gak makan seminggu, Cu, beri nenek makanan, ya!Nenek gak bohong, Cu."Aku pun memberi makanan ke Nenek itu dan berkata, Ya, sama-sama, Nek, senang bisa membantu Nenek."Terimakasih, Cu!"kata Nenek.Tapi, Nenek itu menghilang dengan seketika.
      Haripun menjelang pagi, mataharipun datang dengan menerangkan bumi.Aku pun terbangun dari tidurku.Tadi malam aku bermimpi bertemu dengan Nenek itu, semoga mimpi itu membawa keberuntungan, harapku.
     Dengan langkah gontai, aku segera ke kamar mandi.Malas juga sekolah hari ini, pengennya libur.Kalau bolos sayang, ah, gak dapat nilai kan gak enak.

tunggu kelanjutan cerita ini di series selanjutnya!!!


  

No comments:

Post a Comment

cursor by onehundred-vicless-nights

Please Translate Here